Kapolri Deteksi Rencana Makar di Balik Demonstrasi 2 Desember, Jaga Aksi, 27.000 Personel Disiagakan

Senin, 21 November 2016
Kapolri Tito Karnavian

Jakarta, Sumselupdate.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menengarai ada rencana makar di balik demonstrasi yang bakal digelar sejumlah organisasi massa pada 25 November dan 2 Desember mendatang.

“Untuk 25 November akan ada unjuk rasa di DPR, namun ada upaya tersembunyi dari kelompok yang ingin masuk ke DPR dan mau kuasai DPR,” kata Tito, dalam konferensi video dengan para pejabat tinggi Polri-TNI, seperti dikutip dari BBCIndonesia.

Read More

Tito menambahkan, Polri-TNI siap mengambil tindakan mengingat aksi makar diberikan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 104, 105, 106, dan 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Kalau itu bermaksud menjatuhkan atau menggulingkan pemerintah, itu termasuk pasal makar. Maka bila ada upaya seperti itu, kita akan melakukan pencegahan dengan memperkuat gedung DPR-MPR sekaligus juga membuat rencana-rencana. Bila terjadi kita akan ambil tindakan,” kata Tito.

Dia secara tegas melarang demonstrasi pada 25 November dan 2 Desember, apabila menutup Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin di Jakarta. “Kalau mau salat Jumat di Istiqlal, Monas, Lapangan Banteng monggo. Tapi kalau di jalan raya yang menutup di jalan vital, strategis Jakarta, tidak bisa,” ujarnya.

Terkait rencana aksi tersebut, Polda Metro Jaya menyiapkan rencana pengamanan dengan kekuatan personel yang lebih besar dalam aksi lanjutan ini. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan mengatakan, personel yang dilibatkan tidak hanya mengawal jalannya aksi, tapi juga ditempatkan di beberapa titik rawan. Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“(Jumlah pengamanan) hampir sama (dengan demo 4 November), mungkin ada tambahan 5 ribu untuk jaga sentra ekonomi dan perkantoran, maupun tempat lainnya, jumlahnya 27 ribuan, kemarin 21 ribu sekian,” kata Irjen Iriawan seperti dilansir detik.com, Senin (21/11/2016).

Pengamanan aksi juga akan dibantu personel TNI. Iriawan mengatakan, pelibatan unsur TNI dalam aksi ini dilakukan mengingat jumlah massa yang akan turun diperkirakan cukup besar dibanding 4 November lalu.

“Kita tahu polisi sudah memprediksi bahwa demo 4 November itu massa akan besar. Kami tentu minta bantuan TNI, jadi tentunya Polri akan diback-up maksimal oleh TNI dari unsur TNI AD, AU dan AL,” paparnya.

Iriawan menyampaikan, selain menyiapkan kekuatan, pihaknya juga telah melakukan pemetaan cara-cara bertindak yang akan diambil oleh aparat Polri-TNI dalam upaya penanganan unjuk rasa. “Cara bertindaknya tidak akan sampaikan di sini. Itu langkah kami yang mungkin publik tidak banyak tahu,” imbuh Iriawan.

Namun, Iriawan menegaskan, pihaknya juga memiliki strategi khusus untuk mengamankan aksi demo apabila upaya preventif dan preemtif tidak berjalan. “Pasti ada strategi khusus,” tandasnya. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts