Inderalaya, Sumselupdate.com – Sungguh nekat aksi yang dilakukan Betalia Wanena Binti Nerius (20) yang tinggal di Asrama Lahat Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri).
Oknum mahasiswi PTN di Inderalaya asal Papua ini melahirkan dan tega membuang bayi di semak dalam komplek Asrama Unsri Inderalaya, Kecamatan Inderalaya Utara.
Sontak peristiwa yang terjadi pagi tadi, Kamis (29/3/2018), sekitar pukul 07.00, membuat geger seisi kampus yang terkenal dengan almamater berwarna kuning tersebut.
Kasus pembuangan orok ini akhirnya sampai ke tangan aparat kepolisian dan kini ibu dari sang bayi sudah diamankan di Polres Ogan Ilir.
Dari keterangan Kasat Reskrim Polres OI AKP Malik Fahrin Husnul Aqif, SH, SIk, kasus ini mencuat setelah dua orang saksi bernama Nadila Dwi Yudha dan Shinta Relita menemukan seorang bayi laki-laki yang baru dilahirkan.
Saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan hidup dan terbungkus kain jaket warna merah dan kain motif bunga warna ungu.
Menurut Kasat, usai ditemukan, bayi tersebut digendong untuk diserahkan ke penjaga asrama bernama Arkon.
Kemudian bayi tersebut dibawa oleh Arkon ke klinik Unsri dan melaporkan ke pihak Unsri serta pihak kepolisian.
Setelah menerima laporan tersebut, anggota piket Satreskrim beserta unit PPA mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan introgasi terhadap saksi-saksi.
Hasilnya, didapat informasi tentang identitas dan keberadaan pelaku. Kemudian dua jam dari penemuan tersebut atau tepatnya sekitar pukul 09.00, pelaku dapat diamankan.

Dari hasil interogasi, pelaku telah mengakui perbuatannya dari keterangan pelaku, dirinya melahirkan pada hari Rabu, tanggal 28 Maret 2018 sekitar jam 13.30 di semak-semak pinggir jalan sekitaran TKP penemuan bayi tersebut.
Berdasarkan pengakuan ibu dari orok tersebut, dia melahirkan seorang diri. Ini dilakukannya karena malu.
Menurut pengakuan pelaku, jika bayi malang itu akibat hubungan terlarang di luar nikah dengan pacarnya AR yang berada di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.
Kasubag TU Klinik Unsri Wari didampingi perawat klinik Unsri Chairul mengatakan, kondisi bayi yang memiliki berat 2,6 kilogram dalam kondisi sehat. Saat ditemukan tali pusat dan plasenta masih belum terpotong. (pri)











