Palembang, sumselupdate.com– Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi siswa SMA/SMK di Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung pada 4-7 Juli 2016 secara umum berjalan baik, lancar dan tidak menemui kendala.
“Dari laporan yang diterima hingga siang ini, secara umum UN berjalan baik, lancar, dan tidak ada kendala berarti”, tegas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Widodo, M.Pd di Kantor Disdik Sumsel Jln A. Rivai Palembang, Jum’at (8/4).
Meski secara umum berjalan baik, lanjut Widodo, pihak Diknas merasa kecolongan karena ada empat sekolah yang sempat ada masalah mati listrik sehingga bermasalah juga pada server yang digunakan pada saat UN Berbasis Komputer berlangsung.
“Hambatan itu ditemukan di SMA 17 dan SMA 6 Palembang, dan SMA di Kabupaten Muara Enim saat siswa melaksanakan UN sesi pertama kemarin. Siswa akhirnya dapat mengikuti UN yang tertunda itu setelah sesi terakhir selesai”, ujarnya.
Widodo bersyukur karena secara teknis semua masalah itu dapat tertatasi, tetapi menurutnya, kejadian ini jelas merugikan bagi siswa karena menggangu emosional mereka yang pada akhirnya dapat berdampak pada hasil UN-nya.
Hal lain yang menjadi catatan dalam pelaksanaan UN kali ini, sebut Widodo, adalah masih ditemukannya kepala sekolah yang sangat formal dalam menghadapi ujian ini terutama saat ada anak yang tidak ikut ujian. Di SMU Negeri 1 Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin misalnya, ada satu anak tidak ikut ujian dan oleh kepala sekolah dibuat pernyataan bahwa anak tersebut tidak ikut UN.
“Saya keberatan karena bagi saya tugas kita adalah mengejar mereka untuk ikut ujian. Saya katakan kepada kepala sekolah bahwa Anda tidak boleh bebas karena DPU tetap. Jika anak dibiarkan, itu mengganggu angka ketuntasan. Untuk itu, saya tugaskan kepala sekolah dan kepala UPTD untuk mencari anak tersebut dan harus mengikuti UN, baik UN Susulan pada 11 April 2016 atau ujian persamaan nanti”, jelasnya.
Menurut Widodo, upaya seperti ini harus dilakukan dalam rangka target 2018 seluruh anak lulusan SMA. Ini juga semata-mata demi kepentingan kabupaten, provinsi, bahkan negara dalam rangka mensukseskan program wajar 12 tahun.
Di sisi lain, Widodo juga menjelaskan, tidak ada kecurangan dan tidak ada juga laporan dari masyarakat terkait kecurangan UN kali ini.
Sementara terkait jumlah siswa yang tidak mengikuti UN, dari data yang masuk sementara ini diketahui ada 3 siswa. “Penyebabnya karena ada yang sakit, berurusan dengan hukum atau menghilang tanpa keterangan”, pungkasnya. (shn)











