Jakarta, Sumselupdate.com – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menerima bantuan proyek penyediaan air bersih yang diperuntukan bagi warga miskin.
Proyek ini berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Bantuan tersebut diterima setelah sebelumnya Bupati OKI, Iskandar, SE berkunjung ke Kementerian PUPR tersebut.
Dari kunjungan ini merupakan hal positif sebab Iskandar, SE telah membuka kran dana pusat bagi Kabupaten OKI.
Bantuan senilai Rp28 miliar dipastikan kembali digelontorkan untuk penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten OKI.
“Pada Tahun 2020 dipastikan kita kembali mendapat bantuan akses air bersih untuk masyarakat kita sudah selesaikan DED nya,”ujar Direktur PDAM Tirta Agung Banarianto, SE saat mendampingi Bupati OKI, Iskandar, SE pada acara penandatanganan naskah dan berita acara serah terima hibah atau alih status barang milik negara di Auditorium Kementerian PUPR.
Bantuan tersebut kata Bana, sapaan akrabnya untuk menambah kembali jumlah sambungan rumah (SR) baru air PDAM kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR ) sebanyak 1.500 SR pada 2019 dan 2.000 SR.
Kemudian, pada tahun 2020 untuk melayani sekitar 17.500 jiwa dengan nilai hibah mencapai Rp28 miliar.
Untuk mendapat Hibah Air Minum ini lanjut Bana Pemkab OKI harus memenuhi beberapa persyaratan.
Seperti adanya Peraturan Daerah (Perda), Penyertaan Modal Pemerintah (PMP), dan kesiapan APBD pada tahun berjalan.
Ditambah lagi, Kementerian PUPR memprioritaskan kabupaten/kota penerima hibah air minum adalah daerah dengan PDAM berkinerja baik dalam pemasangan SR.
“PDAM sebagai BUMD disyaratkan masih memiliki kapasitas produksi tidak terpakai dan daftar MBR calon penerima hibah sesuai kriteria yang ditentukan,” terangnya.
Sementara kriteria bagi penerima manfaat, dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), jelas Banarianto antara lain kondisi rumah sesuai kriteria dan bersedia menjadi pelanggan PDAM serta daya listrik yang terpasang pada rumah tangga tersebut tidak lebih besar dari 1.300 VA.
Kementerian PUPR bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan air bersih dan menekan kawasan kumuh di Indonesia.
Peningkatan akses air bersih dan pengelolaan persampahan itu turut berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat untuk hidup lebih sehat.
“Pertambahan jumlah penduduk terutama di perkotaan, mengakibatkan kebutuhan prasarana air bersih dan sanitasi juga meningkat. Program hibah air minum perkotaan dan perdesaan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses aman air bersih di Indonesia yang saat ini baru mencapai 73, 8 persen,” kata Sekretaris Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, T Iskandar.
Sebelumnya di tempat yang sama Bupati OKI, H Iskandar, SE telah menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa Aset infrastruktur permukiman senilai Rp53,16 Milyar dari Kemen PUPR.
Aset tetap tersebut dibangun antara tahun anggaran 2005-2017 dengan dana APBN di Ditjen Cipta Karya.
Bupati OKI, Iskandar, SE berterima kasih atas perhatian Kementerian PUPR. Dirinya berharap program ini bisa terus dilanjutkan untuk kepentingan warga OKI, sebab masih banyak fasilitas publik yang membutuhkan pembenahan.
“Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan Kementerian PUPR dan kami tetap berharap bantuan dalam bentuk lainnya sehingga bantuan ersebut dapat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat
OKI,” katanya. (ban)











