Baghdad, Sumselupdate.com – Seorang juru kamera dari sebuah jaringan televisi Irak tewas ditembak. Peristiwa itu terjadi saat dia bertugas meliput serangan militer Irak merebut Mosul dari pendudukan kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).
Jurnalis muda bernama Alu Raysan itu dihabisi penembak jitu di tengah perang yang terjadi di perkampungan Al-Shura, dekat Kirkuk, di sebelah selatan Mosul.
Raysan ditembak mati oleh penembak jitu ISIS pada Jumat, di mana pertempuran masih berlangsung setelah lusinan teroris ISIS melancarkan serangan besar.
Stasiun televisi Al Sumaria tempat di mana Raysan bekerja memberitakan kabar itu dalam sebuah berita singkat di situs mereka, seperti dikutip Kompas.com dari AFP, Sabtu (22/10/2016).
Pasukan Irak melakukan serangan dengan membuka jalan dari sebelah selatan Mosul di lembah Tigris.
Operasi besar ini dinyatakan bergulir pada Senin, dan menjadi serangan terbesar Irak di tahun 2016. Di dalamnya terlibat puluhan ribu serdadu.
Sebelumnya, ISIS dikabarkan telah mengeksekusi 284 pria dan anak laki-laki di Mosul, bersamaan dengan serbuan pasukan koalisi di kota tersebut.
Menurut sumber intelijen Irak yang dikutip CNN, orang-orang yang dibunuh pada hari Kamis dan Jumat (21/10/2016) itu, sebelumnya dikumpulkan di sekitar kota dan digunakan sebagai perisai manusia untuk menghadapi serangan yang memaksa ISIS keluar dari sisi selatan kota Mosul.
ISIS kemudian menimbun mayat mereka dengan bulldozer di kuburan massal, di lokasi eksekusi itu, yakni di bekas sekolah pertanian di utara kota. Semua korban dibunuh dengan cara ditembak.
PBB sebelumnya mengkhawatirkan nasib 550 keluarga dari desa-desa sekitar Mosul yang dipaksa ISIS untuk menjadi perisai manusia saat tentara Irak dan Kurdi menyerang kelompok itu di Mosul.
Sebelumnya diberitakan, 200 keluarga dari Desa Samalia dan 350 keluarga dari Najafia dipaksa ke Mosul. ISIS melakukan itu untuk mencegah mereka melarikan diri, kata Ravina Shamdasani, wakil juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB. (hyd)











