Jumlah Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di OKU Selatan Bertambah Jadi 6 Orang

Banjir bandang yang menghantam permukinan warga Kecamatan Sungai Are, Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan pada Kamis (9/11) sore.

Muaradua, Sumselupdate.com – Jumlah korban tewas akibat bencana tanah longsor dan banjir bandang di Desa Cukohnau dan Desa Pulau Kemuning, Kecamatan Sungai Are, Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan pada Kamis (9/11) sore, bertambah menjadi enam orang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan Donni Agusta di Muaradua, Sabtu (11/11/2017), mengatakan, tanah longsor menimbun rumah Hatam (62) warga Desa Cokohnau Kecamatan Sungai Are hingga meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

“Sedangkan istri korban Satam (55) serta menantunya Sukardi (28) mengalami luka ringan karena saat terjadi longsor berada di dalam rumah,” katanya seperti dilansir Antara.

Selanjutnya kata dia, bencana longsor susulan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Sadau Jaya. Longsor menimbun satu rumah warga yang dihuni tujuh orang tersebut.

Lima di antaranya meninggal dunia atas nama Riswandi (40) beserta istrinya Susmita (34) serta ketiga anaknya Angga (7), Rifki  (4), dan Alex (9).

“Sedangkan dua anak korban lainnya yaitu Iprianto (20) dan Juwita (12) mengalami luka ringan hingga menjalani perawatan di puskesmas terdekat ,” jelasnya.

Menurut dia, meluapnya air di Sungai Are di kecamatan setempat akibat hujan deras di wilayah itu yang menyebabkan banjir hingga terjadi longsor di dua desa. Akibatnya enam warga tewas dan empat orang lainnya mengalami luka akibat tertimbun tanah.

“Seluruh korban sudah dievakuasi oleh pihaknya bersama anggota TNI serta dinas terkait. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU setempat dan menerjunkan tim dari BPBD guna mengantisipasi terjadinya bencana susulan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Kemuning Kecamatan Sungai Are, Nopriansyah saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, luapan air sungai menyebabkan banjir bandang melanda desa setempat dan dua desa lainnya yaitu Ujanmas serta Tanjung Harapan Kecamatan Sindang Danau.

“Ketinggian air tiga meter ini sudah merusak sejumlah infrastruktur seperti jembatan gantung yang baru kami bangun. Selain itu turbin penerangan warga juga hanyut disapu banjir,” katanya.

Bahkan, sejumlah lahan pertanian seperti sawah padi yang saat ini memasuki musim tanam rusak akibat diterjang banjir bandang tersebut.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kades mengimbau warga setempat khususnya yang bermukim di bibir sungai untuk mengungsi sementara waktu agar tidak menimbulkan korban jiwa akibat bencana alam tersebut.

“Karena banjir hampir merendam rumah penduduk yang berada di pinggir Sungai Are,” ujarnya.

Sebelumnya, Warga Muaradua, Syamsul Fikri mengatakan, banjir bandang dan tanah longsor  tak hanya merenggut korban jiwa, namun merusak rumah warga serta lahan pertanian.

Sedangkan Camat Sungai Are, Alkaf Najmi mengatakan, bahwa terdapat dua bencana.

Selain bencana longsor tersebut menurutnya , ada pula bencana banjir bandang di Desa Pulau Kemuning Kecamatan Sungai Are.

Namun tidak ada korban jiwa dalam banjir bandang tersebut. Akan tetapi jembatan gantung yang baru saja selesai dibangun melalui dana APBD Dana Desa (DD) ikut terhanyut. (ery)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.