Baturaja, Sumselupdate.com – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, aktifitas beberapa pasar tradisional di kawasan Baturaja, Kabupaten OKU mulai padat. Hal itu juga berdampak dengan meningkatnya jumlah parkir di beberapa bahu jalan, baik roda dua maupun roda empat.
Kondisi ini tak jarang juga membuat arus lalulintas menjadi tersendat dan sejumlah warga juga sempat mengeluh karena tarif parkir kendaraan roda dua rata-rata Rp2 ribu. “Setahu saya sesuai Perda kalau roda dua hanya Rp1.000, eh ini malah Rp2.000,” keluh Fer. warga Sukaraya, Minggu (3/6/2018).
Bahkan, terkadang menurutnya, juru parkir nakal, kata Fer jika diberi uang Rp5 ribu dikembalikan Rp3 ribu dan kalau ditanya mereka jawab untuk atasan dan mereka juga tak memberikan karcis parkir. “Boro-boro karcis terkadang minta lebih,” jelasnya.
Sementara salah satu jukir bernama Pak De mengaku memang ada peningkatan jumlah kendaraan yang parkir ini bisa mencapai 80 persen dari hari biasanya, apa lagi menjelang Idul Fitri.
Disebutkannya jika hari biasanya parkiran di sepanjang Jalan Akmal Pasar Atas Baturaja hanya satu lapis itupun tidak terlalu penuh. “Ini terpaksa dibuat dua lapis agar parkir tetap rapi dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” tuturnya.
Diungkapkannya, biasanya H-7 menjelang lebaran jumlah pengunjung akan lebih banyak lagi, apa lagi jika sudah memasuki waktu libur. “Kalau Perda nya memang begitu tapi kami juga nyetor,” katanya.
Pantauan dilapangan, Pasar Atas Baturaja penuh sesak karena padat nya pengunjung, arus lalulintas di sepanjang Jalan Akmal Baturaja juga agak tersendat.
Sementara itu Herman, pemerhati kebijakan publik sekaligus Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia menayangkan hal itu. “Jangan sampai tak taat Perda, sebenarnya masyarakat itu tidak mau ribet jadi diberi saja, tapi ini merugikan masyarakat,” jelasnya.
Oleh sebab itu ia meminta dinas terkait untuk menindak juru parkir ataupun oknum dibalik semua ini. Sementara itu Kadin Dishub OKU belum bisa dikonfirmasi. (wid)











