Jembatan Sumsel-Bangka Bakal Segera Terwujud, Ini Rencana Lokasinya..

Rapat pembahasan pembangunan jembatan Sumsel-Bangka.

Kayuagung, Sumselupdate.com – Kabar gembira bagi masyarakat yang ada di Provinsi Sumsel dan Bangka Belitung (Babel). Pasalnya, Kementerian PUPR RI telah merencanakan pembangunan jembatan penghubung kedua pulau tersebut.

Wacana pembangunan jembatan penghubung Sumsel-Babel ini kian terang setelah sebelumnya Menteri PUPR RI Basuki Hadi Moeljono menyetujui proyek infrastruktur tersebut.

Read More

Sebelumnya hangat diwacanakan bahwa lokasi jembatan akan membentang dari Desa Permis Bangka Selatan pada sisi pulau Bangka dan Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI di sisi Sumsel. Lokasi tersebut dikabarkan akan bergeser ke Tanjung Tapa, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI.

Informasi tersebut berdasarkan study awal oleh tim PUPR Provinsi Bangka Belitung yang melakulan pra kajian jembatan Bangka-Sumsel. Dari kajian ini, disiapkan tiga alternatif pasangan lokasi yang mungkin dikembangkan baik dari sisi pulau Bangka maupun sisi Pulau Sumatera.

Pertama lokasi di Tanjung Punai yang berada di antara Kecamatan Muntok dan Desa Kundi ke Juru Taro, Kabupaten Banyuasin, di sisi Pulau Sumatera, dengan panjang rencana Jembatan sekitar 22,6 kilometer.

Titik lokasi kedua, adalah Tanjung Pura, Bangka Tengah, untuk sisi Sumatera adalah di Sungai Batang dengan rencana panjang jembatan 23,1 km.

Lalu lokasi ketiga yakni di Desa Sebagin Bangka Selatan sementara di sisi pulau Sumatera berhubungan dengan Tanjung Tapa, Air Sugihan, OKI dengan panjang jembatan yang lebih pendek yakni 15,2 km.

“Pra kajian ini untuk menyusun dokumen pra studi kelayakan sebagai dasar dalam proses kebijakan dan strategi rencana pembangunan jalur penghubung Bangka-Sumatera,” kata Noviar Ishak Kepala Dinas PUPR Provinsi Bangka pada pertemuan Gubernur, Bupati dan Walikota se-Sumsel dan Provinsi Bangka dengan Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono, di Kantor Kementerian PUPR RI Jakarta Selatan, pada Kamis (18/7).

Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas PU PR Kabupaten OKI Ir H Hafidz MM. “Kalau lihat kajian awal Tanjung Tapa lebih potensial karena jarak tempuh lebih pendek,” ujar Hafidz, Jumat (19/7/2019).

Menurut Hafiz, usulan tersebut langsung disetujui Menteri PUPR Basoeki Hadimoeldjono. Basoeki mengungkapkan dukungannya secara utuh. Hanya saja ia meminta Pemerintah Provinsi Sumsel dan Bangka Belitung melakukan fisibility study yang baik dan kuat terlebih dahulu. Karena menteri sudah menyetujui pembangunan dilakukan dengan dana APBN secara keseluruhan.

“Proyek ini potensial untuk dibiayai melalui APBN mari bikin fisibility yang kuat agar kami bisa putuskan ini dibangun. Banyak daerah lain yang juga minta dibangunkan jembatan, misalnya Batam. Saya dukung penuh, fisibility study-nya harus baik dan kuat. Nanti mulai desain. Bila perlu 13 km lewat laut. Kalau APBD kurang mendingan ditangani APBN,” jelas Menteri.

Sebelumnya, pada pertemuan Juni lalu antara Gubernur Sumsel Herman Deru, Gunernur Bangka Belitung, Bupati Bangka Selatan dan Bupati OKI H Iskandar SE sepakat mengirimkan surat resmi kepada Presiden agar pembangunan jembatan tersebut dapat dijadikan sebagai proyek strategis nasional (PSN).

“Memang saran Menteri Basoeki, masing-masing pemda (Bangka Selatan, Babel dan OKI, Sumsel) harus mengirim surat kepada Presiden Jokowi setelah pertemuan ini (soal jembatan Sumsel-Babel),” papar Hafidz. (ban)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.