PALI, Sumselupdate.com – Kondisi jembatan alternatif di Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi yang merupakan penghubung antara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini kondisinya semakin memprihatinkan.
Pengamatan media ini di lokasi, kondisi jembatan sementara tersebut nyaris ambruk lantaran besi tiang penyangga jembatan sudah nampak roboh. Baik kayu balok dan besi bagian tengah jembatan nyaris patah dan lepas, sehingga sangat membahayakan pengendara melintas.
Banyaknya truk bertonase besar yang melintas menambah beban jembatan alternatif tersebut, sementara akses jembatan utama tengah dikerjakan pihak Pemerintah Provinsi Sumsel.
Jhon Ferry, salah seorang pengguna jalan mengatakan, bahwa sejak dua hari belakangan ini, jembatan sementara semakin parah, terlebih saat diguyur hujan.
“Terkadang kalau hujan lalulintas macet, lantaran jembatan licin. Banyak pengendara motor yang harus ektra hati-hati, bahkan penumpangnya terpaksa turun dan berjalan kaki menyeberang jembatan sementara itu,” ucap Jhon, Jumat (15/11/2019).
Terkait banyaknya keluhan masyarakat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI H Husni Thamrin bersama Hoirillah langsung meninjau ke lokasi.
Husni Thamrin mengaku kondisi jembatan alternatif tersebut sangat tidak layak, apalagi posisi jembatan merupakan jalan poros yang berstatus jalan provinsi. Parahnya lagi, sambung politikus Partai Hanura ini, pihak pemborong dan konsultan tidak berada di tempat.
“Jembatan ini merupakan penghubung antara Kabupaten PALI, Muaraenim dan Kota Prabumulih. Jadi kami harap segera diperbaiki, sehingga roda perekonomian warga tak terganggu,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, jembatan sementara juga diharapkan untuk segera diperbaiki, mengingat pelaksanaan pembangunan jembatan ini memakan waktu cukup lama. “Jangan sampai terjadi hal tidak diinginkan. Bisa-bisa Kabupaten PALI terisolir dampak dari jembatan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu Menriadi, Kepala Desa Talang Bulang mengakui bahwa pihak pemerintah desa kerap menegur pelaksana proyek untuk membuat lantai jembatan dari plat besi.
“Kami dari pemerintah desa sudah sering menegur, tapi tidak pernah digubris. Padahal, pembangunan dari APBD Sumsel itu tidak sedikit. Bahkan untuk izin ke Kades saja tidak ada,” ujarnya.
Sementara itu, pihak pelaksana, baik dari Provinsi Sumsel maupun kontraktor sampai saat ini belum bisa dihubungi. (adj)











