Palembang, sumselupdate.com – Sekitar 90 km jalan nasional di ruas Jalan Lintas Timur Palembang-Jambi dalam kondisi rusak berat. Titik jalan rusak dengan lubang besar dan bergelombang menyebar mulai dari daerah Pangkalan Balai, Betung hingga Sungai Lilin.
Akibat jalan rusak, kemacetan jalan menjadi hal yang biasa. Kemacetan semakin parah saat hujan turun. Kendaraan harus ekstra hati-hati untuk melintas di kawasan ini agar tidak tergelincir atau terjebak karena terbenam didalam jalan yang berlumpur.
Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I BBPJN V, Dedi Mandarsyah, mengungkapkan, pihaknya belum dapat berbuat banyak untuk memperbaiki jalan untuk kembali dalam kondisi prima, menyusul proses kontrak yang belum rampung.
Menurutnya, penanganan hanya bersifat sementara agar kerusakan jalan tidak semakin parah.
“Selama ini kami hanya lakukan perbaikan yang sifatnya sementara. Maksimal yang dapat kami lakukan hanya penimbunan dan penambalan. Itupun kami gunakan Rp.340 juta dana transisi,” ujar Dedi kepada wartawan di Palembang, Kamis (2/5/2019).
Menurut Dedi, perbaikan permanen ruas jalan Palembang-Jambi membutuhkan dana Rp.650 milyar dan pelaksanaannya baru dapat dilakukan pasca penandatanganan kontrak kerja yang saat ini masih dalam proses ditingkat Kementerian.
Sementara menunggu kontrak, Dedi mengaku telah mengajukan tambahan dana untuk penanganan jalan khusunya untuk menghadapi angkutan mudik.
“Kami telah ajukan tambahan dana transisi Rp.29 milyar ke Kementerian PUPR masing-masing Rp.6 milyar untuk ruas Palembang-Betung, Rp.13 milyar ruas Sungain Lilin-Peninggalan dan Rp.10 milyar untuk ruas Peninggalan hingga batas Jambi. Meski belum nyaman, kami berharap secara fungsional jalan sudah bisa dilalui,” beber Dedi.
Beberapa titik kerusakan yang dianggap paling parah berada diruas jalan Bayung Lincir, KM 98 Desa Gajah Mati serta ruas jalan Peninggalan. Dedi berharap dana transisi yang diajukan dapat segera direalisasikan sehingga perbaikan jalan dapat segera dimulai. (adi)











