Jack dan Oka Akhirnya Ditangkap di Sumbawa Banyuasin, Pelaku Akui Tak Senang Karena Korban Menantang Mereka

Oka Candra (28) dan Jack (22) berhasil ditangkap Anggota Reskrim Polsek Ilir Barat I di Sumbawa, Banyuasin, Rabu (21/7/2020) pukul 13.00 WIB.

Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com-Tiga hari kabur pasca melakukan penusukan terhadap Rio Pambudi (25) hingga meninggal dunia, Minggu (19/7/2020) lalu, akhirnya pelaku Oka Candra (28) dan Jack (22) berhasil ditangkap Anggota Reskrim Polsek Ilir Barat I di Sumbawa, Banyuasin, Rabu (21/7/2020) pukul 13.00 WIB.

“Kami hari ini mengungkap penangkapan kasus penganiayaan berat, dimana korbannya meninggal karena luka tusuk atas nama Rio Pamudi. Dan pelaku kita tangkap di luar kota tepatnya di Sumbawa Banyuasin,” ujar Kombes Pol Anom Setyadji, Kapolrestabes Palembang kepada wartawan dan didampingi Kapolsek Ilir Barat I Kompol Yenni, Rabu (22/7/2020).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, ia menjelaskan, motif kedua pelaku menusuk korban karena masalah bertetangga. Terlebih pelaku juga sering ribut dengan warga yang lain dan juga sering didamaikan ketua RT.
Kedua kakak beradik ini pada saat melakukan pengeroyokkan perannya ialah memukul dan menendang.

Oka Candra (28), pelaku pembunuhan Rio Pambudi

“Jack sendiri melakukan pemukulan dengan cara menendang, sementara Oka Candra berperan menusuk korban menggunakan pisau di rusuk sebelah kirinya sebanyak satu kali,” jelasnya.

Barang bukti pisau dan baju berhasil diamankan dari pelaku dan atas tindakkannya tersebut kedua pelaku pasal 170 ayat 3 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Dikatakan Anom, peran orangtua pelaku dalam pembunuhan ini masih dilakukan penyelidikan lebih mendalam. Sementara kedua pelaku saat diwawancarai tidak mau mengeluarkan suara dan pada akhirnya Jack angkat bicara.

“Pagi itu memang korban keluar menggunakan motor, kakak saya (Oka-red) keluar melintas di depannya terus korban melotot tak senang menatap kakak saya dan berkata “Kenapa dia tak setuju,”kata Jack.

Kemudian korban dan pelaku adu mulut dan terjadi dorong-dorongan. Tak senang korban menantang kakaknya, Jack mengancungkan pisau ke arah korban.

Jack (22), pelaku pengeroyokan Rio Pambudi

Namun, sempat dipisah ayahnya. Tapi kakak Oka Candra masih dengan emosi tinggi dan ia mengeluarkan pisau disamping pinggang dan menusukkan ke arah korban di bagian rusuk sebelah kiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penikaman hingga membuat nyawa korban melayang lantaran diduga tak senang mendengar suara sepeda motor korban yang dianggap terlalu berisik terjadi pada Minggu (19/7/2020).

Salah satu tetangga korban bernama Bahri kepada Sumselupdate.com mengatakan, awal korban yang tewas diduga akibat dikeroyok oleh tetangganya, bermula Rio Pamudi hendak keluar rumah.

Pada saat itu, korban menghidupkan mesin motornya di teras rumah. Diduga stater sepeda motor korban mati, hingga harus dihidupkan secara manual dengan cara diengkol.

Nah, diduga saat mesin hidup, suara sepeda motor korban dianggap terlalu berisik oleh tetangga sebelah rumahnya.
Cekcok mulut sempat terjadi dan akhirnya aksi pengeroyokan terhadap korban terjadi.

“Aku dengar keributan itu dari dalam rumah dan aku lihat korban dikeroyok oleh tetangganya itu jumlahnya sekitar 3-5 orang. Korban sempat lari ke belakang rawa dan masuk ke gang kecil.

Korban posisinya terduduk, ado pelaku yang dak bebaju balik lagi ke arah korban lalu menikamnya,” kata Bahri.
Video peristiwa pengeroyokan yang dilakukan sekeluarga ini menjadi viral di jagat Maya (Instagram).**

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.