Isu Invasi Greenland Menguat, Ambisi AS Picu Ketegangan Global

Writer: - Minggu, 11 Januari 2026
Ilustrasi Wilayah Greenland [Pixabay]

Jakarta, Sumselupdate.com – Ambisi Amerika Serikat untuk menguasai Greenland kembali memicu gejolak internasional. Laporan Daily Mail menyebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump diduga telah memerintahkan para panglima operasi khusus militer AS untuk merancang skenario invasi ke pulau terbesar di dunia tersebut.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran serius di kalangan sekutu Eropa, termasuk negara-negara anggota NATO, terutama menjelang pemilihan paruh waktu Kongres AS yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Read More

Meski rencana itu disebut mendapat penolakan dari sejumlah perwira senior Pentagon, kebijakan agresif tersebut dikabarkan tetap mendapat dukungan dari penasihat kebijakan senior Trump, Stephen Miller, yang disebut menjadi figur kunci pendorong langkah tersebut.

Ambisi Washington terhadap wilayah otonom Kerajaan Denmark itu semakin mencuat setelah Gubernur Louisiana, Jeff Landry, ditunjuk sebagai utusan khusus untuk Greenland. Landry secara terbuka mengonfirmasi ketertarikan Amerika Serikat untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

Pernyataan sepihak dari Gedung Putih memicu kemarahan pemerintah Denmark. Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, menyatakan kegeramannya dan langsung memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk meminta klarifikasi resmi.

Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa Greenland bukan untuk diperjualbelikan serta menolak segala bentuk tekanan maupun intervensi sepihak dari negara mana pun.

Sejumlah pengamat menilai, di balik ketegangan politik tersebut tersimpan kepentingan ekonomi dan geopolitik yang besar. Greenland diketahui memiliki kekayaan sumber daya alam strategis, mulai dari mineral tanah jarang yang vital bagi teknologi modern dan industri pertahanan, hingga cadangan minyak dan gas bumi dalam jumlah signifikan di bawah lapisan esnya.

Selain itu, posisi geografis Greenland dinilai sangat strategis di kawasan Arktik, terutama seiring terbukanya jalur pelayaran baru akibat perubahan iklim global.

Dilansir dari OANA, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan akan melakukan pertemuan dengan otoritas Denmark pada pekan depan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat meredakan ketegangan, meski Rubio belum memberikan pernyataan tegas terkait kemungkinan intervensi militer yang menjadi sorotan utama komunitas internasional.

Hingga kini, perkembangan situasi di kawasan Arktik terus menjadi perhatian dunia, mengingat Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark sejak 1953.

(**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts