Istri Irman Gusman Sebut OTT KPK Terhadap Suaminya Janggal

Istri Irman Gusman, Liestyana Rizal Gusman saat konferensi pers di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (20/9). (foto: cnnindonesia.com)

Jakarta, Sumselupdate.com– Istri Irman Gusman, Liestyana Rizal Gusman, menyatakan proses operasi tangkap tangan (OTT)  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap suaminya pada Sabtu lalu janggal.

Menurut Liestyana, saat OTT, surat penangkapan yang dibawa penyidik KPK bukan atas nama Irman Gusman, melainkan Xaveriandy Sutanto. Selain itu, penyidik KPK juga memaksa masuk rumah dengan meneriaki Irman untuk menyerahkan diri ke KPK.

Bacaan Lainnya

“Kata-kata mereka kasar sekali. Benar-benar tidak menghargai. Surat tangkap juga salah di situ tertera penangkapan atas nama Sutanto tertanggal 24 Juni 2016,” ujar Liestyana dalam konferensi pers di Gedung DPR, Selasa (20/9).

Liestyana menceritakan, sebelum ditangkap, Irman menghadiri acara makan malam bersama Arwin Rasyid. Setibanya di rumah, ajudan penjaga memberitahu ada tamu yang memaksa ingin bertemu Irman malam itu juga. Tamu itu ialah Xaveriandy Sutanto bersama istri dan adiknya, Memi dan Welly.

Dalam pertemuan itu, Liestyana mengaku, suaminya menerima bingkisan dari Sutanto. Namun, ia dan suaminya tidak mengetahui isi dari bingkisan itu adalah uang.

Pertemuan Sutanto dengan Irman, disebutnya hanya sebentar. Tak berselang lama penyidik KPK datang bersama Sutanto. Penyidik KPK masuk ke rumah Irman sambil berteriak, “Bapak saya tangkap, bapak terima suap,” ujar Liestyana menirukan perkataan penyidik. Penyidik KPK juga menanyakan bingkisan yang diterima Irman tadi.

Menurut Liestyana, kedatangan Sutanto malam itu juga terbilang memaksa. Penjaga rumah sudah menyatakan bahwa Irman tidak bisa menemuinya tetapi Sutanto tetap memaksa bertemu Irman dengan alasan harus bertolak ke Padang esok.

Hingga terjadi penangkapan, kata Liestyana, Irman bersama dirinya tidak mengetahui bahwa bingkisan yang dibawa Sutanto adalah uang. Bingkisan itu belum dibuka ketika terjadi penangkapan.

“Kejadian itu sudah malam saya tidak tahu uangnya. Bapak hanya taruh bingkisan saja. Barang itu di meja. Belum sempat kami buka,” ucapnya.

Ditambahkan Liestyana, gelaran pernyataan pers terkait penangkapan Irman oleh KPK ini untuk mengetahui gambaran yang adil terkait proses hukum yang dialami suaminya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon turut mendampingi Liestyana dalam gelaran pernyataan pers tersebut. Menurut Fadli, pendampingan ini dilakukan setelah dirinya menerima pengaduan Liestyana terkait adanya spekulasi-spekulasi yang terjadi dalam OTT Irman.

Disebutnya, pernyataan pers ini bukan merupakan bentuk perlawanan atau penghambat bagi KPK dalam menangani kasus korupsi. Namun, sebagai bentuk transparansi proses hukum yang dilakukan KPK.

Irman Gusman resmi menjadi tersangka kasus dugaan suap untuk mempengaruhi kuota impor gula di Provinsi Sumatera Barat bagi CV Semesta Berjaya. Selain Irman, pemberi suap yakni Xaveriandy dan istrinya, Memi, juga menjadi tersangka. Irman disangka melanggar pasal 12 huruf a UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (shn)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.