Laporan: Syakban OKI
Kayuagung, Sumselupdate.com – Inspektur Kabupaten OKI, Syarifudin SP,MSi mengingatkan kepada kepala desa (Kades) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada untuk melaksanakannya sesuai dengan aturan.
“Kami mengawal kegiatan dana covid 19 mulai dari perencanaan, penggunaan hingga pertanggungjawaban, serta fisik di lapangan. Kita juga bekerjasama dengan APH (Aparat Penegak Hukum), baik intel Polres, maupun Tipikor dan intel Kejaksaan dan Pidsus Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (OKI),”ujarnya.
Dia menegaskan, pengawalan ini super ketat, untuk mencegah penyalahgunaan dana ini, sehingga dana ini tepat sasaran dan efisien.
“Kita juga membuka website, dengan jaga bansos, yang bekerjasama dengan KPK. Jadi semua kegiatan kita dalam pemantauan KPK. Dan kita juga didampingi oleh BPKP Sumatera Selatan,”imbuhnya.
Syarifudin berharap kepada semua elemen, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), media, serta masyarakat umum untuk dapat memantau bila ada dugaan-dugaan penyalahgunaan atau penyelewengan serta bantuan sosial baik itu BLT, bantuan sosial kabupaten maupun Bantuan Sosial Presiden (BSP).
Dan apabila terdapat ada dana yang tidak tepat sasaran maka dapat melaporkan secara langsung ataupun melalui SMS, dan melalui website jaga bansos.
Hingga kini, lanjutnya, ada beberapa kecamatan yang melaporkan dugaan tersebut.
“Kami pun langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Dan alhamdulillah, begitu kita tindaklanjuti ada beberapa desa diingatkan mereka langsung melakukan revisi sistem distribusi baik dana BLT, maupaun dana Bansos lainnya,”katanya.
Syarifudin mengungkapkan pihaknya juga selalu mensosialisasikan peraturan maupun edaran yang dikeluarkan KPK, terhadap pemantauan serta usul tambahan bantuan sosial masyarakat.
“Kita mengingatkan mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan. Saat ini, turun ini menjadi miskin atau istilah Miskin Baru (Misbar), Kabupaten OKI, lebih kurang saat itu, 56-57 ribu miskin dan hidup digaris kemiskinan. Dalam artian sebelum Covid 19, mereka hidupnya mengambang di atas garis kemiskinan, saat mereka panen atau hidup ekonomi normal, hidup diatas garis. Begitu ada kebijakan terutama kebijakan covid mereka turun dibawah garis. Sehingga kita namakan miskin baru. Ini yang terus kita dampingi berharap juga kepada UMKM, Pemerintah Kabupaten OKI, akan menggelontarkan bantuan stimula berupa modal, sehingga mereka dapat aktivitas kembali saat covid hilang atau sudah menurun, sehingga roda perekonomian dapat berputar kembali,” paparnya.
Dia mencontohkan, para pedagang kantin sekolah saat ini mereka benar-benar terpukul, lantaran sekolah diliburkan selama tiga bulan. Tentu modal mereka habis. Sehingga saatnya nanti sekolah dibuka kembali begitu disupport dengan modal mereka akan menggeliat lagi, termasuk pedagang-pedagang pasar yang saat ini mungkin kolaps ini juga menjadi perhatian Pemkab OKI.
Meskipun mereka bukan penduduk OKI, kata dia, namun usaha mereka ada di OKI.
“Ini tetap menjadi perhatian kita sebab mereka juga selama ini ada sumbangsih terhadap Pemkab OKI, melalui retribusi pasar yang ada,”tukasnya.











