Inilah Misi Mulia FPU Indonesia di Sudan

Rabu, 9 Agustus 2017
Formed Police Unit Indonesia di Sudan

Jakarta, Sumselupdate.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) setiap tahunnya mengirimkan delegasi ke Sudan untuk menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kontingen Formed Police Unit (FPU) Indonesia yang menjadi delegasi memiliki peranan penting dalam misi tersebut.

“Di sana ditempatkan kontingen Polri, yang disebut kontingan Garuda ke-9. FPU itu berjumlah 140 personel, kemudian IPO (Individual Police Officer) 16 orang. Mereka di bawah kerja di bawah naungan PBB dalam konteks menjaga perdamaian yang disebut peacekeeping,” ujar Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen HS Maltha di kantornya, Jl Patimura No 38, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (8/8/2017) seperti dikutip dari detikcom.

Read More

FPU Indonesia adalah satuan tugas Polri yang secara administratif pembinaan berada di bawah Biro Misi Internasional (Romisinter) Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri. Namun secara operasional, FPU Indonesia berkedudukan di bawah misi gabungan Uni Afrika-PBB di Darfur (AU-UN Hybrid Mission In Darfur/UNAMID).

Satgas FPU Indonesia mempunyai tugas dan wewenang sesuai mandat UNAMID Police dan UNAMID FPU Duties, yang merupakan penjabaran dari UNSCR 1769 Tahun 2007. Tugas itu adalah melindungi personel dan fasilitas PBB (Protect UN personnel and facilities), melindungi warga sipil (protect civilian), serta mendukung kegiatan operasi kepolisian di Sudan.

Tugas FPU-9 Indonesia adalah menjaga para pengungsi internal (IDPs) di Area of Responsibility (AoR) sesuai zona warden atau Zone C yang terdiri dari 11 subzone yang wajib dilakukan patroli dan pengamanan. Zone Warden merupakan kawasan pemukiman warga lokal, namun sebagian kecil ada yg disewakan untuk tempat tinggal staf PBB diluar super camp yang bekerja di UNAMID yang wajib dilindungi jika terjadi tindak kriminal dan serangan dari pihak pemberontak.

Di luar tugas-tugas pokoknya sebagai penjaga perdamaian, tim FPU Indonesia juga melakukan kegiatan sosial yang tidak kalah pentingnya. Konflik berkepanjangan di Sudan memang telah membuat masyarakat Sudan hidup dalam serba keterbatasan, sehingga perlu adanya bantuan dari pihak UNAMID.

“Kontingen Indonesia khususnya FPU 9, mereka di samping bisa melakukan tugas pokoknya, mereka juga bisa melakukan tugas-tugas samping seperti melakukan kegiatan sosial, memberikan hiburan, mengajarkan tarian, transform of culture jadi mereka mengajarkan menyanyi, bahasa, mengaji juga tidak kalah pentingnya,” papar Maltha.

Kondisi para pengungsi di kamp penampungan sangat jauh dari layak. Para pengungsi hidup dengan segala keterbatasan, seperti tidur beralaskan pasir hingga kebutuhan makanan dan minuman yang sangat tergantung kepada bantuan dari PBB.

Tidak jarang, tim FPU melakukan kegiatan charity (amal), yang tentunya atas seizin UNAMID (United Nations-African Mission In Darfur). “Banyak kegiatan sosial yang kami lakukan, seperti yang kami lihat kemarin mereka (tim FPU) mendatangi kamp pengungsi, memberikan buku alat tulis, alat-alat belajar lainnya yang semuanya diserahkan langsung oleh kami mewakili Polri yang ditugaskan oleh Bapak Kapolri,” sambungnya. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts