Ini Kronologis Peristiwa Terbunuhnya Keluarga Tasir Hingga Tertangkap Para Pelaku

Minggu, 22 Mei 2016
Ketiga pelaku pembunuhan keluarga Tasir digiring petugas.

Banyuasin, Sumselupdate.com –Hanya satu minggu, petugas kepolisian berhasil mengungkap misteri pembunuhan Tasir dan empat keluarganya yang ditemukan tewas di aliran Sungai Muara Sugihan dengan terbungkus karung.

Tiga dari lima pelaku pembunuhan itu berhasil dibekuk penyidik Polres Banyuasin, yaitu

Read More

Purwanto (22), Abdul Kohar (19) dan Nandi Mulyadi (17), ketiganya  warga Tirta Kencana, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin.

Sementara dua tersangka lain, Uuk (32) dan otak pelaku Agus Mubarok (48), warga Jalur 18 Kecamatan Muara Sugihan, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Bagaimana kronologis peristiwa pembunuhan sadis ini terjadi? Berikut kronologis seperti dituturkan Kapolres AKBP Prasetyo.

Beberapa bulan lalu, korban Tasir menjual sawah  miliknya di Desa Meritai, Kecamatan Rambutan sebesar Rp600 juta. Kemudian, hasil penjualan tanah itu dibelikan rumah dan empat kapling tanah di Desa Indrapuru kepada AM alias Agus Mubarok.

Setelah diselidiki ternyata sebagian dari tanah tersebut tidak memiliki dokumen lengkap. Tasir berniat mengurungkan pembelian lahan tersebut dan uangnya minta dikembalikan.

Namun  AM tidak mau membatalkan pembelian tersebut, dia mengajak rekannya P, U, NM, dan AK menyusun rencana pembunuhan.

Pada Rabu (11/5) lima pelaku menggunakan lima sepeda motor bertamu ke rumah korban sekitar pukul 19.00. Awalnya mereka ingin meminta uang sisa penjualan sawah milik Tasir.

Namun uang tersebut tidak ada di rumah itu, karena dititipkan ke keluarganya yang lain. Nah, sesuai instruksi AM pelaku berbagi tugas membunuh Tasir sekeluarga.

Menurut pengakuan NM,  NM membunuh Aryani (6), AK membunuh Winarti (14), P membunuh Kartini, kemudian Tasir dan istrinya dibunuh oleh AM dan U.

Kelima korban dibunuh menggunakan kayu tumpul sepanjang 175 sentimeter yang dipukulkan ke bagian kepala. Setelah korban tewas, kelimanya dimasukkan ke dalam karung berwarna putih dan diberi pemberat tanah, kemudian dilemparkan ke sungai.

Untuk menghilangkan jejak, masing-masing kepala korban yang berdarah diikat dengan kain. Tujuannya, agar bercak darah tidak tembus di karung, saat mengeluarkan mayat dari tempat eksekusi menuju sungai, sekaligus agar warga mengira karung itu berisi padi, bukan mayat.

Jumat (13/5) Mayat Tamsir dan istrinya , yang pertama kali ditemukan di Sungai terbungkus karung dengan kaki tangan terikat dan penuh luka bacok.

Sabtu (14/5) siang ditemukan juga cucunya bernama Winarti. Winarti ditemukan dengan kondisi tercabik-cabik, dimana tangan dan kakinya hilang.

Minggu (15/5) cucu jasad Ariyani (6) ditemukan di Sungai Muara Sugihan, dan Senin (16/5) mayat Kartinya juga ditemukan terbungkus karung. (man/*)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts