Palembang, Sumselupdate.com – Ratusan sopir angkot melakukan aksi sweaping terhadap taksi online di depan Kantor DPRD Sumsel, Senin (21/8/2017). Lantaran, merasa tersingkirkan akibat keberadaan taksi berbasis dalam jaringan (Daring) tersebut.
Satu mobil yang diduga taksi online berjenis avanza hitam dihadang, bahkan dipukul hingga hancur. Selain itu pengemudi dan penumpang pun dipukul oleh puluhan orang.
Tak berhenti disana, beberapa mobil pun dihadang untuk mengecek apakah tergolonh taksi online atau tidak. Hingga, pihak kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan untuk mencegah aksi semakin liar.
Salah satu massa, Riko mengatakan bahwa kesal dengan adanya taksi online karena menggerus pendapatannya. Biasanya semula mendapatkan Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.
“Sejak ada taksi online ini kadang dapat Rp300 ribu itu pun belum termasuk setoran mobil kepada pemilik Rp200 ribu. Jadi kadang kami tidak dapat apa-apa,” ujar Riko, salah satu sopir angkot trayek Sekip-Ampera.
Terkait kejadian ini Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono HB mengatakan pihaknya sudah mengimbau para sopir angkot agar tidak melakukan tindakan kriminal saat melakukan sweping sehingga tidak menimbulkan keributan serta menganggu Kamtibmas.
“Tadi bapak-bapak sopir angkot sudah diterima dan ditampung oleh Komisi 4 DPRD Sumsel. Kedepan akan ada pertemuan lagi untuk mencari penyelesaian masalah ini. Ada tiga orang yang diamankan dalam aksi sweping ini dan sekarang masih diperiksa,” katanya. (tra)











