London, Sumselupdate.com – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Sultan Oman Haitham bin Tariq pada Rabu (21/10) sepakat tentang perlunya membuka Selat Hormuz, ungkap sebuah pernyataan yang dirilis pemerintah Inggris pada Rabu tersebut.
Pembukaan kembali Selat Hormuz akan mengurangi tekanan pada rantai pasokan global dan meredakan dampaknya terhadap masyarakat di dalam negeri, kata Burnham dalam pertemuan dengan sultan Oman di Downing Street.
Terkait situasi di Timur Tengah, Burnham menegaskan peran penting Oman dalam menjaga stabilitas kawasan. Dia juga menyampaikan terima kasih atas upaya Oman dalam membuka kembali Selat Hormuz, papar pernyataan tersebut.
Pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut, dan memperketat kendalinya atas Selat Hormuz. Sebelum perang, sekitar 20,3 juta barel minyak bumi dan minyak mentah melintasi selat tersebut setiap harinya, atau sekitar 25 persen dari perdagangan minyak maritim dunia. (**)
Baca juga: Iran Klaim Dua Supertanker Minyak Meledak di Selat Hormuz Usai Hantam Ranjau Laut







