Indro Gutomo: Kita Akan Jadikan Perpustakaan MPR Sebagai Sumber Referensi Ketatanegaraan

Selasa, 18 Juli 2023

Jakarta, Sumselupdate. com- Perpustakaan Setjen MPR ingin menjadi sumber referensi ketatanegaraan bagi masyarakat. Untuk itu banyak hal perlu dibenahi.

Di antaranya, mengupayakan digitalisasi perpustakaan, e-library, melakukan penyuluhan kepada pelajar, mahasiswa, guru, serta pengunjung perpustakaan, melakukan pengenalan perpustakaan MPR kepada setiap delegasi yang menjadi tamu MPR, restrukturisasi organisasi dan mengubah pegawai yang sebelumnya pegawai struktural menjadi fungsional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antar Lembaga Setjen MPR Indro Gutomo S.H., M.H., saat menerima 30 mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melalui kegiatan bertajuk ‘Penyuluhan Perpustakaan’ yang digelar di Gedung Perpustakaan MPR, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin ( 17/7/2023).

Menurut Indro Gutomo, saat ini MPR banyak menerima delegasi dari berbagi sekolah dan kampus serta kelompok masyarakat. Mereka datang ke MPR untuk mengenal lebih jauh tentang tugas dan wewenang lembaga ini.

“Nah selepas kegiatan itu, kita dorong mereka berkunjung ke perpustakaan, apalagi saat ini koleksi buku perpustakaan MPR RI sangat memadai, khususnya mengenai sejarah MPR RI dari masa ke masa, maupun risalah amandemen UUD 1945, ujarnya. Dikatakan, setiap delegasi yang berkunjung diwajibkan singgah di perpustakaan.

Langkah tersebut lanjut Indro Gutomo merupakan cara agar keberadaan Perpustakaan MPR mampu menjadi sumber referensi masyarakat khususnya terkait ke-MPR-an dan ketatanegaraan. “Kita sedang berkembang ke sana dan proses akreditasi sedang kita upayakan”, ujar alumni Fakultas Hukum UGM itu.
Dia menambahkan, hasil akhir yang diharapkan agar perpustakaan menjadi perpustakaan yang besar dan mandiri.

“Perpustakaan MPR masih semi mandiri, belum seperti perpustakaan besar lain. Cita-cita kami menjadikan Perpustakaan MPR menjadi perpustakaan besar dan mandiri” tegasnya.

Diakui, banyak tantangan menjadikanPerpustakaan MPR. Digitalisasi perpustakaan misalnya membutuhkan kreatifitas.Saat ini banyak aplikasi senada. Untuk itu perlu dibuat aplikasi yang canggih agar pengunjung semakin banyak. Hal demikian pasti membutuhkan anggaran.

Menjadi pustakawan yang handal menurut Indro Gutomo sama seperti menjadi profesi yang professional lain. Semua profesi handal harus memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional.

Pustakawan yang handal selain memiliki pengetahuan tentang pengelolaan pustaka, harus diimbangi dengan kecerdasan lain, agar seimbang.
Bila tiga hal itu seimbang lanjut dia, apapun yang dilakukan seorang profesi akan berhasil termasuk pustakawan.
Selain Indro, narasumber lain adalah Yusniar selaku pustakawan madya dan Titin Hartini selaku pustakawan muda.

Kedua Pustakawan MPR RI ini menjelaskan mengenai kondisi perpustakaan MPR saat ini serta perpustakaan digital yang dapat didownload di android.

Yusniar menyebut perpustakaan yang dipimpinnya mempunyai visi, terwujudnya perpustakaan sebagai pusat layanan koleksi sumber daya informasi legislatif yang layak, lengkap, akurat, dan terbuka.

Acara penyuluhan yang dibuka Plt. Administrasi sekaligus Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah SE., MM. ini berlangsung interaktif dipandu moderator satria yudha.(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts