Martapura, Sumselupdate.com – Bupati OKU Timur HM Kholid MD bersama Wakil Bupati Ferry Antony SE dan didampingi beberapa OPD melakukan kunjungan kerja dengan melihat langsung panen ikan patin, Rabu (17/10/2018) di Desa Tambakboyo, Kecamatan Buay Madang Timur.
Menurutnya, pengembangan ikan patin yang dimulai H Erwanto ini merupakan terobosan baru dalam penjualan ikan patin dalam bentuk filet. Karena selama ini Kabupaten OKU Timur hanya terfokus pada penjualan ikan patin kepedagang lokal.
“Syarat minimal untuk ikan yang sudah siap dipanen harus berbobot 7 ons dan yang dipanen tadi melebihi berat minimalnya. Ini merupakan panca pasar terbuka untuk kita sebab yang diperlukan dalam kurun waktu satu bulan minimal 60 ton dan jika dikalikan satu tahun bisa mencapai hampir 800 ton,” ungkapnya.
Ditambahkannya, Daerah komering harus dijadikan daerah perikanan seperti ini juga karena didaerah komering tersebut berpotensi untuk pengembangan ikan. “Bayangkan jika daerah tersebut memproduksi pengembangan perikanan seperti ini berapa ratus ton yang akan kita produksi,” jelas Kholid
Sementara itu menurut pemilik Tambak Ikan Patin Filet ini H Erwanto mengatakan, Setiap pengiriman ikan patin tersebut minimal 5 ton dan saat pengiriman ikan masih dalam bentuk utuh, dan harga ikan patin miliknya tersebut dalam satu kilogram dipatok dengan harga Rp15 ribu.
“Selama ini petani ikan susah menjual hasil panennya, karena banyak faktor yang membuat petani ikan seperti kami ini kesulitan dalam menjual hasilnya, namun dengan terobosan filet ini kami selaku petani ikan mampu mengangkat harga ikan dari petani,” jelasnya.
Metode fillet ikan adalah suatu irisan daging ikan tanpa sisik dan tulang (kadang-kadang juga tanpa kulit), diambil dari kedua sisik badan ikan, kadang-kadang kedua potongan saling bergandengan yang dikenal dengan nama butterfly fillet.
Dengan kata lain, fillet ikan adalah bagian daging ikan yang diperoleh dengan penyayatan ikan utuh, sepanjang tulang belakang dimulai dari kepala hingga mendekati ekor.
Tulang belakang dari tulang rusuk yang membatasi badan dengan rongga perut tidak terpotong pada waktu penyayatan. Daging fillet yang diperoleh dengan cara penyayatan seperti ini tulang atau duri ikan yang ikut umumnya hanya sedikit sekali. (mat)











