Palembang, Sumselupdate.com – Beredar video detik-detik tim gabungan Jatanras Polda Sumsel bersama, Satreskrim Polrestabes Palembang serta Satreskrim Polresta Barelang menangkap terduga pelaku utama pembacokan terhadap pengantin di Palembang, Ahmad Handa (31) pada Jumat (30/5/2025).
Video penangkapan tersangka Reno alias Kecot (36) warga Jalan Tiban 1, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang Batam, yang juga berdomisili di Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, beredar menyusul dua hari sebelumnya, tepatnya pada Rabu (28/5/2025) Polda Sumsel dalam keterangan resminya menyatakan berhasil menangkap satu terduga pelaku penyerangan terhadap Ahmad Handa yang berlangsung di wilayah hukum Polresta Barelang Kota Batam, Kepulauan Riau.
Meski menyatakan telah berhasil menangkap, pihak kepolisian masih enggan membuka identitas terduga pelaku yang telah tertangkap lantaran masih melakukan pengembangan untuk mengejar 3 terduga pelaku lainnya.
Belakangan beredar di sosial media tiktok dan facebook detik-detik penangkapan terduga pelaku utama termasuk identitasnya terungkap saat diinterogasi pihak kepolisian.
Salah satu akun media sosial Tiktok @Heruwibowo88 yang mengunggah detik-detik penangkapan tersebut berlangsung di Kota Batam.
Penangkapan terhadap terduga pelaku itu, dipimpin langsung oleh Kanit 4 Jatanras Polda Sumsel AKP Taufik Ismail, SH.
Baca Juga: Viral! Pengantin Pria di Palembang Diserang OTK Pakai Sajam dan Diduga Senpi
Dalam video yang diterima Sumselupdate.com terduga pelaku yang diamankan bernama panggilan Kecot, memiliki tubuh tambun dan di tangan kirinya berhiasan tatto.
“Otak pelaku pembacokan dengan menggunakan parang dan senpi kepada calon pengantin pria di Kota Palembang berhasil diamankan tim gabungan Macan Barelang dan Polda Sumsel di Kota Batam,” tulis pengunggah video akun tiktok @Heruwibowo88, pada Jumat (30/5/2025).
Tak hanya terkait penangkapan, beredar pula pengakuan pelaku utama pembacokan pengantin di Palembang yang tertangkap di Batam yang mengungkapkan memiliki dendam kesumat terhadap korban Ahmad Handa.
Pengakuan pelaku tersebut, juga sama dengan yang diduga korban Ahmad Handa saat di instalasi gawat darurat RS Bari Palembang yang mengaku mengenal para pelaku penyerangnya.
“Aku bacok Pak, karena dia pernah nujah (tusuk –red) aku di tahun 2019,” ucap pelaku yang mengaku berinisial KC saat diinterogasi polisi melansir unggahsn akun Facebook Seputar Informasi Palembang.
Dendam KC juga dilatar belakang dengan tak suka dengan sifat korban Ahmad Handa, yang sering mengadu domba dan menjadikannya kambing hitam.
“Aku di adu domba dia yang nyambret aku yang dituduh itu yang buat aku tidak terima dan kuludahi muka dia,” ucap KC yang menceritakan perseteruannya dengan korban.
Meski begitu, KC mengaku dalam penyerangan itu hanya berniat untuk membuat Ahmad Handa mengalami kecacatan dengan serangan sajam yang digunakannya.
KC juga mengaku pasca-peristiwa di tahun 2019 itu, dia terus mencari keberadaan korban hingga akhirnya dia mengetahui korban tersebut akan melangsungkan pernikahan.
“Susah nyari dia ini Pak licin sekali, kami bahkan sempat ke Kalimantan nyari dia,” pungkasnya saat diinterogasi polisi.











