Jakarta, sumselupdate.com – Anggota DPR/MPR RI untuk periode 2024-2029 telah dilantik dan Lembaga kajian kebijakan publik Center for Indonesian Reform (CIR) melakukan analisis monitoring media dan diskusi kelompok terfokus (FGD) tentang kiprah anggota parlemen.
Salah satu hasilnya, CIR memberikan penghargaan ‘Legislator Negarawan’ kepada Wakil Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nur Wahid (HNW).
Hidayat dinilai komitmen menjaga spirit konstitusi UUD NRI Tahun 1945 dan kepentingan bangsa sepanjang melaksanakan tugas.
Direktur CIR, Hidayaturrahman menyebut pemberian penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dan kesungguhan HNW menjaga wibawa konstitusi agar tetap adil dan sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa.
Selain itu pemberian penghargaan juga sebagai upaya mendorong kinerja anggota DPR/MPR/DPD RI lain agar melaksanakan tugas lebih peduli dengan aspirasi masyarakat yang diwakili.
Dengan demikian parlemen benar-benar menjadi lembaga perwakilan rakyat yang sebenarnya.
Baca juga : BKSAP DPR RI Prakarsai Asosiasi Bahasa Indonesia-Melayu
Hidayaturahman menambahkan, HNW memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan lengkap, serta mempraktekkannya dengan konsisten, sehingga mampu menyikapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara secara bijaksana.
“Publik menyaksikan sosok HNW sangat tegas menolak upaya pihak tertentu yang ingin mengubah Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila saat pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Isu ini sangat ramai dibincangkan publik dan cukup merisaukan.
Dalam situasi seperti itu HNW mampu memaksimalkan peran dengan baik. Dia aktif memberikan pandangan berdasarkan argumentasi yang logis dan dapat diterima semua pihak. Sehingga wacana perubahan Pancasila dapat dibatalkan tanpa ada gejolak berarti,” jelas Hidayaturahman, di Jakarta.
Baca juga : Dari Batang ke Jakarta Bersepeda: Yoyok Rio Sudibyo Siap Jalankan Tugas Sebagai Anggota DPR RI
Dikatakan, HNW juga dikenal sebagai salah satu tokoh paling gigih menolak upaya perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode. Beliau aktif menggalang kesadaran publik melalui media massa maupun media sosial tentang bahaya perpanjangan masa jabatan Presiden karena melanggar konstitusi yang sudah diamandemen di era reformasi.
Dikatakan, perpanjangan masa jabatan Presiden bertentangan dengan semangat reformasi, menghambat regenerasi kepemimpinan dan berpotensi mengembangkan dinasti kekuasaan hanya pada segelintir kelompok,” tegas Hidayaturahman.
Atas pertimbangan tersebut lanjut dia, tepat bila HNW diberikan penghargaan sebagai tokoh Legislator Negarawan.
“Semoga penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi tokoh lain untuk berbuat dan bersikap sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh para Pendiri Bangsa,” tegas Hidayaturahman. (duk)











