HNW Berharap Lawatan Presiden Prabowo ke Timur Tengah Untuk Merdekakan Palestina

Writer: - Kamis, 10 April 2025
Wakil Ketua MPR RI, Dr H M Hidayat Nur Wahid (HNW). (Foto; Sumselupdate.com/Humas MPR RI).

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi lawatan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara di Timur Tengah yang membahas masalah Palestina dan perlindungan terhadap warga Gaza.

HNW juga berharap agar kunjungan itu menjadi langkah kongkret mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Read More

“Yang dilakukan Presiden Prabowo untuk mewujudkan harapan agar Indonesia berperan lebih aktif dan menemukan solusi efektif mengakhiri tragedi kemanusiaan di Gaza dengan hadirnya perdamaian di Palestina. Dan ini sejalan dengan sikap Presiden Prabowo yang selalu mendukung perjuangan bangsa Palestina yang disampaikan secara terbuka dalam berbagai kesempatan, seperti pada pidato pelantikan sebagai Presiden di depan Sidang Paripurna MPR (20 Oktober 2024) dan  saat menghadiri KTT D-8 di Kairo pada 17-19 Desember 2024.

Bahkan dalam kesempatan itu Presiden Prabowo secara terbuka menyerukan pentingnya menghimpun kekuatan seluruh anggota D8 dan OKI untuk membela Palestina agar merdeka”ujar HNW  melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (9/4/2025).

HNW mengatakan, kunjungan Prabowo akan bertemu dengan empat pimpinan negara anggota Liga Arab (Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar dan Yordania) diharapkan bisa menyegarkan komitmen dan menyamakan persepsi  membantu rakyat Gaza dan mewujudkan negara Palestina Merdema.

Karena negara itu secara resmi hadir dalam KTT Luar Biasa Liga Arab pada 6 Maret 2025, dan mereka bersama Liga Arab  secara aklamasi menolak proposal Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengevakuasi warga Gaza keluar Palestina, juga mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong kelanjutan gencatan senjata, serta berkomitmen membangun kembali Gaza.

Dua dari empat negara Liga Arab yang menyepakati hasil KTT  yakni Mesir dan Qatar, malah merupakan inisiator dan mediator dicapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Sehingga mestinya Qatar dan Mesir bisa diajak berperan lebih nyata merealisasikan kesepakatan KTT Liga Arab yang sepenuhnya diterima dan didukung  faksi  pejuang Palestina termasuk Hamas.

Selain itu, negara yang dikunjungi Presiden Prabowo adalah Turki yang merupakan negara anggota OKI yang sangat berpengaruh. Dan Turki bersama Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar dan Yordania juga hadir pada Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-OKI) pada 7 Maret 2025 lalu di Jeddah, Arab Saudi.

Di dalam KTM LB OKI, Menlu RI ; Sugiono, juga hadir di antara keputusan utama mendukung  KTT Liga Arab di atas.

Namun, lanjut HNW, pasca sejumlah pertemuan dan kesepakatan penting di atas, kondisi di Gaza tidak semakin membaik sebagaimana diharapkan dari keputusan tersebut.

Malah semakin memburuk, karena Israel mengingkari kesepakatan gencatan senjata, bahkan memblokade total Gaza dengan melarang masuknya bantuan kemanusiaan, logistik, listrik dan air, bahkan kembali melakukan serang-serangan yang lebih gila dengan senjata mematikan bantuan dari AS yang menewaskan lebih dari seribu warga Gaza pasca gencatan senjata atau menambah korban lebih dari 50 ribu jiwa pasca serangan Israel sejak 2023, sebagian besar mereka warga sipil dari anakanak  kaum perempuan, lansia, tenaga medis dan wartawan.

“Wajar bila Dunia semakin mengecam Israel yang terus melakukan genosida bahkan holocaust terhadap warga Gaza. Israel makin menampakkan diri sebagai negara yang tidak menginginkan perdamaian, tidak menghendaki adanya negara Palestina. Dan bahkan Perdana Menteri Netanyahu menegaskan targetnya bukan hanya menguasai Gaza, tetapi juga mengubah peta Timur Tengah dengan menghadirkan mimpi negara Israel raya. Ini menunjukkan wajah asli Israel sebagai negara penjajah dan ekspansionis,” tuturnya.

Dikatakan, Presiden Prabowo ketika berangkat ke Timur Tengah sudah membaca dinamika dan fakta tersebut. Dan ketika beliau  berangkat dengan membawa semangat Gerakan Non-Blok yang dahulu diinisiasi Presiden Soekarno, tentu Presiden Prabowo juga tahu sekalipun saat itu Presiden Soekarno menyerukan gerakan non-blok, tetapi sikapnya sangat jelas dan tegas berada pada blok pro kemerdekaan sehingga beliau mengundang Palestina (as Sayyid al Amin alHusaini) hadir dalam KTT Asia Afrika di Bandung, 18 April 1955, dan Bung Karno juga berada dalam blok melawan penjajahan termasuk penjajahan terhadap rakyat Palestina, karenanya Bung Karno tegas menolak mengundang Israel untuk berpartisipasi dalam Asian Games pada 1962 di Jakarta.

“Sikap Bung Karno  adalah penerjemahan yang paling Shahih terhadap alinea pertama dari pembukaan UUD 1945. Kemudian, sikap itu dilanjutkan oleh semua Presiden Indonesia, termasuk Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo, yakni menolak penjajahan dan membela kemerdekaan Palestina. Bahkan, Presiden Jokowi pernah secara terbuka menyatakan bahwa Indonesia memiliki hutang menyejarah terhadap Palestina, yakni kemerdekaan Palestina karena semua negara yang diundang hadir dalam KTT Asia Afrika di Bandung, semuanya sudah merdeka kecuali Palestina. Sikap berada dalam blok membela perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka juga sudah berkali-kali disuarakan  Presiden Prabowo sendiri, dan itulah yang sesuai dengan Konstitusi yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.

Oleh karena itu, di saat kunjungan Presiden Prabowo terjadi di bulan April, bulan KAA Bandung, dan di tahun 2025 sebagaiamana biasa, akan diselenggarakan peringatan 10 tahunan KTT Afrika Asia, Presiden Prabowo dapat kembali menyegarkan hadirnya semangat tersebut. “Semoga kunjungan Presiden Prabowo membawa hasil positif dengan memastikan dilaksanakannya semua hasil KTT Liga Arab dan KTM LB OKI yang menginginkan perang dihentikan, bantuan kemanusian bisa segera masuk agar tragedi kemanusiaan atas warga Gaza bisa segera diatasi, serta membangun kembali Gaza tanpa mengusir warga Gaza keluar dari Palestina, sehingga warga Gaza tetap aman dan tenteram, dan negara Palestina merdeka segera dapat diwujudkan,” jelasnya.

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, apabila Presiden Prabowo berencana mengevakuasi (bila disetujui semua pihak) sekitar 1000 warga Gaza dengan kwalifikasi spesifik yakni ; terluka, trauma atau yatim piatu sebagaimana yang telah beliau sampaikan langsung, tentunya ‘evakuasi’ itu bukan dalam spirit proposal yang diajukan oleh Presiden Trump, apalagi proposal Trum itu telah ditolak secara aklamasi oleh seluruh anggota Liga Arab, negara2 OKI, dan semua kelompok perlawanan Palestina.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts