Herman Deru : SFC Klub Profesional, Jangan Lagi Ditarik ke Politik!

Suasana jumpa pers Gubernur Sumsel Herman Deru dengan jajaran PT SOM dan Sriwijaya FC

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah terdegradasi ke Liga 2, klub kebanggaan wong kito Sriwijaya FC , mendapat perhatian serius dari gubernur Sumsel H Herman Deru. Pihaknya bakal mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan Sriwijaya dari ketepurukan saat ini.

Selaku Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, pasca terdegradasinya tim SFC ke liga dua, sebelum menjadi gubernur, dirinya sering meminta pendapat, mendengar apa yang diinginkan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Harapan masyarakat Sumsel sangat besar, semua bangga dengan SFC. Setelah saya dilantik, posisi sudah menjelang putaran terakhir liga satu. Banyak yang meminta saya untuk intervensi, saya pelajari secara hukum. Saya tentu tidak boleh gegabah menyikapi itu. Begitu saya masuk, saya panggil pejabat berkepentingan,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, saham Pemprov pasca 27 Juli 2018 ada perubahan kepemilikan saham.

“Saya perhatikan itu, saya liat Pemprov 11 persen. Ada peran Pemprov, tapi bisa berperan seperti apa. Saya pikir ini gelas retak, urung idak dio pecah. Idak diambek, kita memiliki ini. Kita ambil hikmahnya,” katanya.

Dikatakan pria yang pernah menjabat Bupati OKU Timur dua priode, pihaknya sudah membentuk tim prestasi, maka sebagai kepala daerah dirinya mengambil sikap.

“Saya ajak ketemu PT SOM, dan jajaran untuk kebaikan sepak bola kita. Salah satu ada di pikiran saya, pada pertengahan Januari saya ingin duduk sama-sama. Pak Mudai, akan saya undang bersama para tokoh sepak bola Sumsel duduk rembuk, berikut juga tiga suporter besar. Saya minta ada perwakilan suporter, apa yang harus dilakukan untuk SFC,” bebernya.

“Ini saya ajak, agar ini berjalan sehat. Tidak ada sangka buruk. Saya minta tokoh sepak bola, pers dan suporter untuk membenahi ini. Agar jadi tim sepak bola yang membanggakan kita. Peran Pemprov lemah, sikap saya sambil sebagai kepala daerah, saya ingin dengar suporter apa maunya  termasuk kepemilikan sahamnya. Saya ajak PT SOM, agar melibatkan masyarakat,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, sebelum tanggal 15 Januari akan dibuat pertemuan khusus, duduk bersama.

“Termasuk saham, masyarakat dan suporter punyak hak, ada keterwakilannya. Saya duduk di sini sebagai Gubernur. Apapun hasil rembuk itu, saya minta PT SOM untuk patuh pada hasil musyawarah, Saya minta PT SOM tetap menyikapi, dalam pertandingan di liga dua nanti,” katanya.

Lanjut Deru, “Saya tidak ingin sepakbola ini ditarik ke politik. Ini punya masyarakat, ini profesional, olahraga. Dengan tegas saya ingin masyarakat punya rasa memiliki yang tinggi. Itu poin pentingnya, kehadiran pak Mudai tunjukkan yang baik, saya bicara sebagai kepala daerah”.

Dalam kesempatan itu juga ia mengungkapkan kekhawatiran, jika tidak diurusi secara profesional, SFC tidak menjadi sesuatu yang membanggakan lagi. Pemprov akan ambil alih, tapi bukan serta merta sahamnya. “Ini profesional, Gubernur sebagai pembina dan pengawas. Anak-anak, menantu saya tidak boleh ikut kepengurusan. Saya ingin ini profesional. Saya minta pak Mudai, ikut hasil kesepakatan itu,” bebernya.

“Kalau orang berminat, politisi, manusianya boleh ikut dalam kepemilikan saham. Orang punya keinginan tidak masalah, yang penting tetap profesional. Kalau ini profesional, dia akan besar. Kalau ada person politik, saya gubernur tidak akan mengajak anak untuk jadi pengurus. Aku sebagai Gubernur, keputusan pure harus diikuti, aku ingin SFC ini jadi membanggakan. Pemilik saham kalau bisa jangan orang politik. Pak Muday harus legowo, kalau memang harus mendegradasi sahamnya,” tutup Deru. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.