Hasil Swab Test, Satu Santri Pondok Gontor 2 di Ponorogo Jawa Timur Dinyatakan Sembuh dari Corona

Sabtu, 11 Juli 2020
Suasana Pondok Modern Darussalam Gontor kampus 2, Ponorogo, Jawa Timur.

Ponorogo, Sumselupdate.com – Satu dari tujuh santri Pondok Modern Darussalam Gontor kampus 2, Ponorogo, Jawa Timur, yang positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 telah dinyatakan sembuh.

Wakil Pengasuh Pondok Modern Gontor Kampus 2, Al-Ustadz H Muhammad Hudaya, Lc, Mag dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7), mengatakan, santri yang pasien 01 tersebut dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab test kedua yang diterima pada Kamis, 9 Juli 2020.

Read More

Muhammad Hudaya mengatakan, Kampus Gontor 2 masih terus berupaya meningkatkan imunitas para santri lewat berbagai kegiatan olahraga yang terukur dan terstruktur dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19.

Di antara kegiatan tesebut adalah senam bersama dengan tetap menjaga jarak dan menggunakan masker.

Di samping itu, menurut Hudaya, seluruh santri di Gontor 2 diberikan tambahan gizi dan vitamin serta diberikan kesempatan untuk istirahat lebih banyak dari hari sebelumnya.

Dikatakan Hudaya, pelaksanaan lockdown kampus yang telah dilakukan di Gontor Kampus 2 sejak tiga bulan yang lalu tetap berlaku dengan disiplin yang ketat.

Ubudiyyah santri diperkuat dengan berbagai kegiatan ibadah untuk menyelaraskan doa dan ikhtiar. Di antara kegiatan ubudiyyah tersebut adalah shalat hajat serta memperbanyak membaca Alquran pada jam pelajaran ke-5 dan 6.

“Kami mengharap kepada seluruh wali santri dan masyarakat luas untuk tetap tenang dan terus mendoakan agar semua santri dan guru di Gontor Kampus 2 selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT,” kata Hudaya lagi.

Sebelumnya, sebanyak tujuh santri Pondok Modern Gontor Kampus 2 Ponorogo, terkonfirmasi positif Corona. Dari tujuh santri tersebut, enam orang diketahui berasal dari luar Pulau Jawa.

Pemkab dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ponorogo pada Minggu (5/7) mengonfirmasi kasus pertama santri asal Sidoarjo. Namun hingga Rabu (8/7), bertambah enam orang.

Pada kasus pertama, santri yang teridentifikasi positif Corona berasal dari Sidoarjo. Kasus ini diketahui setelah Dinas Kesehatan Ponorogo mendapat informasi bahwa ayah salah satu santri di Pondok Modern Gontor merupakan pasien positif.

Selang dua hari kemudian, Rabu, Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni kembali mengumumkan enam orang kembali positif dari hasil tes usap PCR di Surabaya.

“Temuan kasus (pertama) bukan berasal dari lingkungan dalam Pondok Modern Gontor, tapi berasal dari luar pondok, yakni dari Sidoarjo,” kata Wakil Pengasuh Pondok Modern Gontor Kampus 2, Al-Ustadz H Muhammad Hudaya, Lc, MAg dikutip dari Antara.

Sementara enam orang tembahan tersebut, diketahui dua santri berasal Makassar, satu santri dari Manado, satu santri dari Banjarmasin, satu santri dari Ternate, dan satu santri lagi dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Sama seperti santri Sidoarjo, keenam santri asal luar Jawa ini diketahui masuk Pondok Gontor dengan membawa surat keterangan sehat, namun tanpa disertai hasil tes cepat (rapid test) Covid-19.

Ustaz Hudaya menegaskan kasus santri positif Covid-19 hanya terjadi di Pondok Modern Gontor Kampus 2, namun tidak terjadi di kampus cabang-cabang Gontor lainnya termasuk tidak di kampus Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh wali santri Pondok Modern Gontor Kampus 2 agar tetap tenang dan tidak panik.

“Situasi di kampus Pondok Modern Gontor Kampus 2 kami informasikan saat ini tetap berjalan dengan tenang, aman, kegiatan santri-santri berjalan sebagaimana mestinya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Pengasuh pondok juga mempersilahkan petugas dari Satgas Covid-19 untuk melakukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan, seperti melakukan tes cepat atau rapid test COVID-19 maupun tes usap PCR, terhadap orang-orang yang diidentifikasi terlibat kontak erat. (edo/cnn/ant)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts