PALI, Sumselupdate.com – Meski pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah usai Rabu (6/4) kemarin, namun untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru hari ini Kamis (7/4), hari terakhir bagi mereka melaksanakan ujian.
Seperti yang terpantau di SMK Negeri 1 Penukal Kabupaten PALI, salah satu SMK yang ada di Bumi Serepat Serasan. Pada hari ini, 174 peserta masih mengikuti ujian produktif SMK sesuai dengan jurusan masing-masing. Diantaranya Produktif Akutansi, Produktif Otomotif, dan Produktif Teknik Komputer Jaringan (TKJ).
Meski ujian pada hari ini hanya khusus digelar untuk setiap jurusan yang ada di SMK, SMK Negeri 1 Penukal tetap menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) karena sesuai dengan peraturan dari kementerian Pendidikan Republik Indonesia (RI).
Ahmad Jhon Areli, SPd kepala SMK Negeri 1 Penukal ketika dijumpai awak media mengaku tidak ada kendala yang berarti selama pelaksanaan UNBK di sekolah yang baru berusia enam tahun tersebut.
“Mulai dari persiapan, sarana dan prasarana komputer, server, listrik semua sudah disiapkan sejak lama. Kami menilai, ini bukan lah suatu kendala melainkan suatu tantangan bagi kami untuk bisa melaksanakan UNBK. Dan Alhamdulillah, hingga hari terakhir hari ini proses UNBK berjalan lancar,” tutur pria yang kerap dipanggil pak Jhon itu, Kamis (7/4).
Jhon menilai pelaksanaan UNBK menjadi keharusan di zaman modern seperti sekarang ini.
“Sudah ada wacana dari pemerintah pusat untuk segera menerapkan UNBK pada seluruh SMA atau sederajat. Bahkan, jika mereka (pihak sekolah, red) belum siap melaksanakan UNBK maka, siap-siap menginduk ke sekolah yang sudah siap menggelar UNBK,” tambah Jhon.
Menurut Jhon, digelarnya UNBK itu bisa menghemat anggaran.
“Kita tidak perlu lagi nyetak soal, foto copy Lembar Jawaban Komputer (LJK), dan ATK yang lainnya. Kita cukup menggunakan komputer, server dan jaringan. Tapi memang, kita harus berinvestasi lebih mahal terlebih dahulu. Selain itu juga, dalam UNBK tidak mungkin terjadi kecurangan karena soal hanya bisa didownload pada pukul 07.30 wib s.d pukul 16.00 wib. Jadi, tidak mungkin bisa bocor dan terjadi kecurangan,” sambung pria yang baru dua tahun menjabat Kepala SMK Negeri 1 Penukal.
Sejauh ini, perhatian dari Pemerintah Kabupaten PALI lanjut Jhon hanya berupa dukungan moril.
“Pemkab PALI sejauh ini sudah sangat mensupport. Namun ya, kalau dalam bentuk fasilitas belum ada. Meski begitu, Pemkab PALI sudah menyuruh kami untuk mengajukan proposal tetapi belum bisa terealisasi dikarenakan sistem administrasi. Kedepan, kami berharap bantuan dari Pemkab PALI bisa segera kami rasakan,” tandasnya. (adj)











