Harga Bahan Pokok Merangkak Naik Jelang Ramadhan, Pedagang di Muratara Mengeluh  

Suasana pasar tradisional Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Sumsel yang sepi pembeli lantaran sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, Jumat (9/4/2021).

Laporan: Marwan Ashari

Muratara, Sumselupdate.com – Pedagang di Pasar tradisional Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengeluh.

Bacaan Lainnya

Pasalnya kenaikan harga bahan pokok menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah berdampak dengan sepinya pembeli.

“Kalau kenaikan harga bahan pokok tersebut sudah terjadi sekitar tiga minggu terakhir,” kata Mariam, pedagang pasar tradisional Lawang Agung, Jumat (9/4/2021).

Dia mengaku kenaikan harga bahan pokok tersebut menyebabkan sepi pembeli. Sebab sedikit saja bahan-bahan naik sangat berdampak dengan pembeli.

“Harga bahan pokok naik, pembeli sepi,” ucapnya getir.

Dia menjelaskan bahan-bahan yang mengalami kenaikan, seperti ikan teri, cabai merah dan rawit, telur dan sayur mayur.

Untuk ikan  dari harga Rp60 ribu per kilogram menjadi Rp90 ribu per kilogram.

Cabai rawit dari Rp35 ribu per kilogram naik menjadi Rp55 ribu per kilogram, cabai merah dari harga Rp35 ribu per kilogram naik menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Kemudian harga telur ayam dari harga Rp40 ribu per karpet naik menjadi Rp45 ribu per karpet.

Selanjutnya harga sayur mayur dari Rp6 ribu per kilogram naik menjadi Rp8 ribu per kilogram.

Pihaknya berharap ada kebijakan pemerintah daerah yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal. Sehingga arus perekonomian di Muratara bisa lebih cepat berputar.

“Sekarang pasar lagi sepi-sepinya, buka pukul 06.00 WIB, pukul 08.00 WIB sudah sepi. Dalam satu hari mungkin cuma 30-40 warga yang belanja,” kata Mariam.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Pasar dan Koperasi (Disperindagkop) Muratara, Samsyu Anwar mengakui  beberapa bahan-bahan  pokok di pasar Lawang agung Rupit Muratara, mengalami kenaikan.

Menurutnya faktor yang paling memengaruhi di antaranya, masalah pandemi Covid-19 sehingga banyak warga yang hilang mata pencarian, serta melambatnya pertumbuhan ekonomi lokal.

Dikatakannya kenaikan serta turunnya harga bahan pokok sudah biasa terjadi. Terutama menjelang momen tertentu seperti bulan suci Ramadhan, Lebaran dan perayaan hari besar lainnya.

“Penurunan daya beli masyarakat merata akibat faktor pandemi Covid-19, itu terjadi di mana-mana tidak hanya di Muratara bahkan sampai sekala nasional,” tegasnya.

Yang jelas dia memastikan, kenaikan harga bahan pokok saat ini masih dianggap masih wajar.

“Dari pantauan kami, ada harga yang naik, ada juga yang turun. Seperti beras, minyak sayur, gula itu turun dari harga biasanya,” pungkasnya. (**)

PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.