Gudang Minyak Solar Oplosan Digerebek Kapolrestabes Palembang

Kapolrestabes Palembang Bersama Kasatreskrim dan Kasatres Narkoba Saat menggerebek gudang minyak solar ilegal.

Laporan: Candra Budiman

Palembang, sumselupdate.com – Usai melakukan penyelidikan selama satu Minggu mengenai operasi Ilegal Drilling, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokmahad Ngajib bersama Kasat Reskrim Kompol Haris Dinzah dan anggota unit Pidsus (Pidana Khusus), langsung terjun ke lapangan gerebek gudang Minyak solar Oplosan.

Bacaan Lainnya

Penggrebekan berlokasi di Jalan H Sarkowi, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang, pada Senin (28/11/2022) siang. Ketika berada dilokasi, ditemukan tempat pembuatan solar oplosan yang dilakukan oleh empat pemuda.

Keempat pemuda tersebut yakni Jhonius Caprico (33) warga Jalan Aiptu Wahab Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring, Haryadi (33), warga Jalan Pdam Tirta Musi Kecamatan Gandus Palembang, Salim (33) warga Talang Nanoko Pegayut Kabupaten Ogan Ilir, an Sugianto (33) warga Lubuk Karet Kecamatan Pegayut.

“Benar, kita melakukan penggerebekan gudang minyak solar oplosan di kawasan Kertapati Palembang. Penggerebekan ini merupakan penangkapan Ilegal Drilling dengan barang bukti 10 Ton Solar Illegal,” ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, di wawancarai di lokasi penggerebekan.

Dirinya menjelaskan, bahwa minyak oplosan tersebut terbuat dari minyak solar bekas yang dibeli pelaku dari luar daerah. Lalu dicampurnya, dan untuk memulihkannya pelaku menggunakan Bleaching, agar terlihat minyak tersebut bersih dan baru. “Setelah di olah, minyak ini dipasarkan pelaku di disekitar wilayah Palembang,” bebernya.

Selain mengamankan pelaku, lanjut Kombes Pol Ngajib, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit Mesin Sedot Merk Robot, 1 buah selang ukuran dua Inch, satu  buah drigen kapasitas 30 liter berisikan minyak mentah (Ampeldari Gudang), satu buah drigen kapasitas 20 liter berisikan minyak bleaching, satu botol air mineral ukuran satu liter berisikan minyak mentah (sample dari gudang).

Selain itu, ada satu botol air mineral ukuran satu liter berisikan minyak mentah (sample dari mobil tanki transportir berlambang Heva Petrolium Energi), satu unit mobil truk tanki sebanyak 5 Ton minyak solar kotor, dibawa transportir berlambang PT. Heva Petrolium Energi nopol BG 8796 DD.

“Atas ulahnya keempat pelaku kita jerat pasal 53 huruf B dan/atau C dan/atau D undang-undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman penjara selama enam tahun,” tutupnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.