Palembang, Sumselupdate.com – Penimbunan yang akan dilakukan di kolam retensi yang terletak di Palembang Sport Convention Centre (PSCC) dan di Simpang Polda untuk pembangunan LRT (Light Rail Transit) menimbulkan protes dari berbagai pihak karena alasan akan terjadi banjir.
Terkait permasalah tersebut Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Senin (22/8), mengatakan penimbunan di dua kolam retensi yang menjadi keluhan di masyarakat itu sudah melalui kajian dan dipikirkan solusinya.
Diungkapkannya, penimbunan itu untuk pengerjaan LRT. Penimbunan tersebut sebagai pondasi alat-alat berat yang akan mengerjakan LRT. Nanti setelah tiang LRT selesai, timbunan itu akan dikeruk kembali tinggal tiang LRT.
“Penimbunan dilakukan untuk pekerjaan masang tiangnya, setelah tiang jadi, setelah dicor, itu lokasi di keruk lagi tinggal tiang yang terletak di dalam” jelas Alex.
Selanjutnya, Alex Noerdin mengakui, pembangunan LRT Palembang bukan tidak ada masalah yang akan dihadapi. Permasalahan itu seperti kerusakan fasilitas, persinggungan dengan pembangunan fly over, dan pembangunan LRT yang menyeberang Sungai Musi. Namun, itu semua sudah ada jalan keluarnya dan dapat diselesaikan.
“Paling banyak masalah ada di Zona 3 dan Zona 4. Kalau di Zona 3 permasalahannya pada banyaknya utilitas, sedangkan Zona 4 karena menyeberangi Sungai Musi. Untuk LRT yang menyeberangi sungai sudah ada jalan keluarnya, akan menggunakan kapal khusus untuk pemasangan tiang pancangnya,” pungkasnya (adi)











