Gubernur Sumsel Janjikan Honor Ustad dan Ustadzah di Rumah Tahfidz Dibayar Pemprov

Sabtu, 15 Juni 2019
Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi putri sulungnya Hj Percha Leanpuri disambut warga ketika menghadiri sejumlah undangan khitanan dan resepsi pernikahah di Gumawang, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (15/6/2019).

Martapura, Sumselupdate.com – Program satu desa satu rumah tahfidz yang inisiasi Gubenur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru merupakan salah satu upaya untuk menghapus buta aksara Alquran dan mencetak generasi penerus bangsa sebagai paradigma cinta Alquran.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya ketika menghadiri sejumlah undangan khitanan dan resepsi pernikahah di Gumawang, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (15/6/2019)

Read More

Dengan didampingi putri sulungnya Hj Percha Leanpuri yang merupakan Duta Literasi Sumsel, Gubernur awalnya hadir di acara  khitanan Bima Wahyu Suryawijaya anak pertama dari Hasani Abbas dan Dwi Ningsih di Kota Gumawang, Belitang.

Gubernur Sumsel berfoto bersama di acara khitanan Bima Wahyu Suryawijaya anak pertama dari Hasani Abbas dan Dwi Ningsih di Kota Gumawang, Belitang.

Dalam sambutannya di acara khitanan tersebut, Herman Deru menegaskan kembali setidaknya ada sejumlah kewajiban orang tua yang menjadi hal dasar bagi si anak.

Di antaranya memberi nama yang baik. Selanjutnya jika anak laki-laki dikhitankan, kemudian memberikan pendidikan agama dan pengetahuan umum dengan baik. Selanjutnya pada saatnya menikahkannya.

“Acara khitanan ini salah satu kewajiban bagi orang tua. Selain memang diharuskan dalam agama kita. Syukuran khitanan ini merupakan bentuk syukur kedua orang tuanya sekaligus minta didoakan agar anak yang dikhitan ini nantinya menjadi anak yang soleh,” tegas Herman Deru.

Sejalan dengan hal tersebut lanjut Herman Deru. Pemprov Sumsel juga memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi muda mendatang yakni melalui program rumah tahfidz.

Gubernur Sumsel berfoto bersama warga Kota Gumawang, Belitang, OKU Timur.

“Rumah tahfidz merupakan salah satu upaya kita menurunkan buta huruf Alquran. Karena itu para perangkat desa agar dapat menyampaikan nama-nama ustadz dan ustazah rumah tahfidz ini melalui Biro Kesra. Honor mereka akan dibayar Pemerintah Provinsi Sumsel,” tandasnya.

Selain menghadiri acara khitanan, lawatannya ke OKU Timur kali ini Gubernur juga menghadiri acara pernikahan M Abdul Rohwan dengan Tina Baur Aslamiyah  Binti Muh. Saebani di Desa Pujorahayu, Kecamatan Belitang.

“Saya ucapakan selamat berbahagia kepada kedua mempelai M Abdul Rohwan dan Tina Baur Aslamiyah. Semoga menjadi pasangan yang sakinah, mawadah, dan warahmah,” tandasnya sembari memberikan statement dirinya akan berupaya mengatasi permasalahan jalan yang di OKU Timur terutama yang menjadi tanggungjawab Provinsi Sumsel. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts