Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, jika jumlah dokter anastesi yang ada di Provinsi Sumsel saat ini masih minim. Minimnya jumlah dokter anastesi itu membuat Gubernur sangat prihatin.
Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Panpel 6th National Meeting Indonesian Society of Anesthesiology for Pain Management, di Ruang Tamu Gubernur, Senin (31/12/2018).
“Sejak saya jadi Bupati kekurangan dokter anastesi ini sudah jadi masalah. Makanya jika nanti ada workshop dan simposium, masalah ini harus jadi tema yang dibahas,” kata HD.
Menurutnya, selama ini untuk menutup kebutuhan tersebut pihak rumah sakit atau pun dokter hanya menempatkan seorang asisten saja di daerah. Hal ini tentu saja mengganggu pelayanan kesehatan yang dibutuhkan warga.
“Kalau sekedar sunat dan lainnya tidak masalah. Tapi bagaimana kalau ada orang mau operasi. Ini tidak main-main karena urusannya nyawa seseorang,” tambahnya.
Terkait keprihatinan Gubernur, Ketua Indonesia Society of Anesthesiology for Pain Management dr. Rizal Zainal SpAn., FIPM pun membenarkan.
Menurutnya pertumbuhan jumlah dokter kandungan, bedah dan anastesi tidak seimbang. Sehingga penempatannya yang tidak merata, bahkan tak jarang dokter anastesi tidak ada sama sekali di suatu kabupaten.
“Penyebarannya masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Di sana satu kabupaten bisa ada 3 dokter anastesinya,” singkat dia. (pra)











