Geram dengan Mafia Tanah, Presiden Jokowi: Tidak Bisa Dibiarkan, Gebuk!

Presiden Joko Widodo.

Jakarta, Sumselupdate.com – Geram dengan mafia tanah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai harus memberi pernyataan keras. Jokowi bahkan tegaskan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menyelesaikan dan langsung memberantas masalah mafia tanah.

Kegeraman Presiden Jokowi itu dikarenakan, dengan adanya ulah mafia tanah hanya akan menyulitkan masyarakat dalam mengurus sertifikat.

Bacaan Lainnya

“Kalau masih ada mafia yang main-main, silakan detik itu juga gebuk. Ini meruwetkan ngurus sertifikat. Tidak bisa kita biarkan rakyat tidak dilayani urus sertifikat, setuju enggak?” ujar Presiden dalam sambutannya saat menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Gelora Delta, Kabupaten Sidoarjo seperti dikutip dari Setkab

Disampaikan oleh Presiden Jokowi, saat ini khususnya di Jawa Timur, masih ada sekitar tujuh juta bidang yang belum memiliki sertifikat.

Untuk itu, Kepala Negara mendorong jajaran Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat tanah tersebut.

“Saya sudah perintahkan ke Menteri BPN agar ini terus dipercepat supaya seluruh masyarakat pegang bukti hak kepemilikan tanah yaitu sertifikat,” ungkap Jokowi.

Jokowi juga memberikan saran kepada masyarakat untuk menyimpan dengan baik sertifikat tanah yang merupakan dokumen penting berisi informasi hak kepemilikan tanah. Konflik maupun sengketa tanah di daerah di Indonesia, menurut Presiden, masih banyak terjadi dikarenakan masyarakat tidak memegang hak hukum atas tanah tersebut.

“Ini penting, ini adalah bukti hak kepemilikan tanah. Kalau ada yang mengklaim ‘ini tanah saya,’ (tunjukkan) ‘oh bukan, tanah saya, sertifikatnya ada’, (mereka) enggak bisa apa-apa. Ini adalah bukti hak hukum atas tanah,” ungkap Jokowi. (adm3/sur)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.