Jakarta, Sumselupdate.com – Gempa bumi mengguncang sejumlah di Pulau Jawa. Selain Tasikmalaya, Jawa Barat dan Jakarta, gempa dirasakan di Kota Yogyakarta dan pesisir selatan.
Pantauan detikcom, Jumat (15/12/2017), pukul 23.59 WIB, sebagian warga di Yogyakarta berhamburan keluar dari rumah karena guncangan terasa kencang.
Informasi yang diterima, gempa juga terasa lebih kuat di pesisir selatan Yogyakarta. Gempa dirasakan dalam waktu hampir 1 menit.
Gempa juga terasa di Jakarta dan membuat warga yang tinggal di bangunan tinggi berhamburan ke luar.
Sementara itu gempa bumi 6,9 SR di Tasikmalaya mengakibatkan bangunan RSUD Banyumas, Jawa Tengah, rusak.
Pasien sempat dievakuasi setelah gempa.
“Kerusakan bangunan di RSUD Banyumas. Tembok dan plafon rusak,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat akun Twitter-nya @Sutopo_BNPB, Sabtu (16/12/2017).
Menurut Sutopo, ada 50 orang pasien yang dievakuasi akibat gempa pada pukul 23.47 WIB, Jumat (15/12). Tampak sejumlah pasien dievakuasi dengan perlengkapan medis.
Kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di RSUD Cilacap. Pasien langsung dievakuasi ke tempat yang aman sesaat setelah gempa mengguncang.
Terkait gempa, status peringatan tsunami diakhiri pada pukul 02.26 WIB. Artinya, potensi terjadinya tsunami sudah melewati batas waktu 2 jam sejak dikeluarkannya status peringatan tersebut.
Gempa bumi yang berpusat di Tasikmalaya sempat membuat warga di Kecamatan Sidamulih, Pangandaran, Jawa Barat, panik dan meninggalkan rumah. Setelah peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir, warga mulai kembali ke rumah.
“Tadi ada di kantor kecamatan (mengungsi), sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Camat Sidamulih Dedi Suharman via pesan singkat, Sabtu (16/12/2017).
Dedi mengatakan sejumlah rumah warga di kecamatan itu mengalami kerusakan akibat gempa. Namun belum ada laporan tentang adanya korban jiwa.
“Khususnya di wilayah kami, ada beberapa rumah terkena dampak kerusakan. Untuk sementara belum ada laporan korban jiwa,” ujarnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebelumnya menyatakan status peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir. Peringatan tsunami berakhir pukul 02.30 WIB.
“Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag: 6,9 SR, tanggal: 15-Des-17 23:47:58 WIB, dinyatakan telah BERAKHIR pada 16/12/2017 pukul 02.30 WIB,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitter-nya, @Sutopo_BNPB, Sabtu (16/12/2017). (hyd)











