Baturaja, Sumselupdate.com – Beberapa tahun silam, geliat perekonomian dari jual beli batu akik dan ring (gagang) cincin di Baturaja, Kabupaten OKU begitu tinggi. Namun sekarang ini seakan redup. Bahkan dulunya pengrajin batu akik dan penjual ring cincin, seakan menjamur keberadaannya sekarang ini juga tinggal sedikit.
Kondisi ini diakui pemain atau penjual beli batu akik di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang. Yudi Risandi misalnya. Menurutnya, 2013-2014 merupakan puncaknya tren batu akik di Baturaja.
Pengrajin atau penggosok batu akik dan penjual ring atau gagang cincin berbahan aloy menjamur hampir di setiap titik daerah ada.
Namun saat ini seakan menghilang entah kemana. Ada yang gulung tikar ada juga yang banting setir beralih profesi lain. Hal ini salah satu penyebab karena berkurangnya peminat.
“Kalau dulu anak-anak pun tahu atau jari-jari mereka memakai cincin batu akik. Sekarang ini tren itu tidak terlalu buming lagi di masyarakat,” cerita Yudi saat dibincangi wartawan, Kamis (15/11/2017).
Berkurangnya minat masyarakat terhadap batu akik ini terjadi sekitar akhir 2015. Berangsur-angsur gaug nya redup. Pengrajin batu akik dan penjual gagang cincinpun terus berkurang di Baturaja. “Bahkan yang saya tahu sudah ada yang gulung tikar,” cerita Yudi.
Meski minat masyarakat berkurang, bukan berarti transaksi dan pencinta bata batu akik ini hilangvsama sekali. Di Baturaja ini masih ada pencinta-pencinta batu akik. Terutama batu biru atau spritus dan lavender yang menjadi andalan daerah Baturaja. Tapi pemasaran nya bukan di dalam kota melainkan mengisi permintaan dari luar kota Baturaja.
“Untuk pasar batu ini masih banyam kolektor-kolektor dalam kota dan luar kota yang berburu batu di Baturaja,” ucap pria yang pernah menjabat Asosiasi Pencinta Baturaja (APB) OKU ini.
Disamping itu saat disinggung ketersediaan bahan batu akik khas Baturaja sendiri seperti batu akik biru langit (spritus) dan batu akik jenis Lavender sendiri kata Yudi di daerah Kecamatan Lengkiti masih banyak. Namun untuk yang mencari batu akik yang super jenis itu memang agak sulit.
“Kalau bahan bakunya masih banyak. Yang batu akik kualitas super sekarang ini memang sudah sedikit,” ceritanya. (wid)











