Gelar Demonstrasi, Mahasiswa Minta DPRD Mura Ikut Berpanas-panas Bersama Mereka, Namun Ini yang Terjadi

Suasana demontrasi mahasiswa Silampari di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Senin (30/9/2019).

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Ratusan mahasiswa  yang tergabung dalam mahasiswa Silampari menggelar aksi demontrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Senin (30/9/2019).

Aksi  mahasiswa dilaksanakan usai pelantikan anggota DPRD 2019-2024 untuk menyampaikan aspirasi kepada dewan yang baru dilantik.

Bacaan Lainnya

Unjuk rasa dilakukan di depan pintu gerbang karena  terhadang oleh aparat kepolisian Polres Mura yang telah berjaga-jaga.

Dalam orasinya mahasiswa menolak rancangan UU KUHP, menolak RU PKS dan menolak Pertanahan.

“Kami menuntut agar aspirasi kami disampaikan ke pusat,” kata salah seorang pendemo dalam orasinya di luar pintu masuk gerbang DPRD Kabupaten Mura.

Selain itu, pendemo meminta agar seluruh anggota DPRD  Mura yang baru diambil sumpahnya untuk berkumpul bersama dan berpanas-panasan menemui mereka secara langsung.

“Kami hanya minta ditemui dan kami tidak mengganggu. Kami tunggu sampai berkumpulnya anggota,” timpalnya.

Namun dari 40 anggota DPRD Mura, hanya ada lima anggota wakil rakyat yang menemui mahasiswa.

Beruntung selama demonstrasi berlangsung, tidak ada bentrokan yang terjadi. Aksi berjalan tertib dan aman.

Mahasiswa menggelar orasi di luar pintu masuk gerbang DPRD Kabupaten Mura.

 

Usai menyampaikan orasi para mahasiswa langsung ditemui Ketua  DPRD Kabupaten Mura sementara, Azandri  didampingi Wakil Ketua I sementara, Firdaus dan sejumlah anggota lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Mura sementara, Azandri, mengapreasiasi atas kedatangan para mahasiswa. Dan sesuai dengan tuntutan mereka yakni yang pertama cabut revisi UU KPK.

“Kita sepakat itu bahwa memang korupsi penyakit yang akut ini memang harus dibenahi,” ungkapnya.

Selain itu tuntutan kedua membatalkan Rancangan Undang-Undang Pidana KUHP.

“Penuh dengan kejanggalan, penuh referensif dari seluruh masyarakat Indonesia bahwa ini sepertinya tidak cocok untuk kita diterapkan. Nah isi yang sebenarnya juga kita tidak tahu,” bebernya.

Masih katanya kalau pihaknya mempelajari terkadang literasi tujuannya ialah untuk membangun negeri ini agar lebih baik lagi dan bermartabat.

“Kita sepakat, kita dukung adik-adik mahasiswa yang masih punya semangat, punya dedikasi, masih ingin membangun negeri ini. Karena bukan untuk kita, bukan untuk kalian. Bukan untuk semuanya. Tapi untuk masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Dia menambahkan, bicara tentang fakta integritas, ditegaskannya bahwa ia yang pertama kali menandatangani.

“Saya sepakat, saya adalah generasi muda, generasi penerus bangsa dan memang harus seperti itu,” katanya.

Terkait anggota DPRD yang tidak menandatangani, dirinya selaku lembaga DPRD Kabupaten Mura dan selaku pimpinan sementara memohon maaf kepada masyarakat dan mahasiswa yang hadir.

“Belum bisa menyapa, menemui secara langsung untuk bertatap muka maupun diskusi menyangkut masalah-masalah bangsa ini untuk kedepannya,” kata dia.

Dirinya sekali lagi mengaku, mewakili lembaga DPRD Kabupaten Mura memohon maaf.

“Saya  mewakili lembaga DPRD Mura memohon maaf, bila nanti ada kelemahan atau kekurangan ini, mari kita bersama-sama untuk memperbaikinya,” pungkasnya. (ain/dri)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.