Palembang, Sumselupdate.com – Kepengurusan Forum Sekolah Sepakbola Indonesia (Fossbi) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi dikukuhkan secara langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Fossbi Pusat HM Zuhli Imran Putra di Stadion Bumi Sriwijaya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel, Ahmad Yusuf Wibowo saat diwawancarai usai pelantikan Fossbi, Senin (19/12/2016) mengatakan Fossbi merupakan satu-satunya organisasi pembibitan sepakbola usia dini.
“Pembinaan usia dini seperti ini wajib. Yang wajib saja belum terpenuhi apalagi menjadi peluang, tapi kami yakin dengan pengurus Fossbi Sumsel ini akan menjadi peluang untuk masa depan sepak bola nasional. Inilah waktunya untuk mencetak pesepakbola handal,” ucapnya.
Dijelaskan pula, banyak yang harus ditingkatkan dan disinergikan seperti persamaan visi antara pelatih, wasit, pembina, pengurus bahkan orang tua.
“Selama ini orang tua anak selalu menuntut untuk menjadi juara pada anaknya, padahal juara di sini hanyalah bonus dari disiplin dan rajin. Jika kalah jangan marah kepada anak, jangan menuntut untuk juara terus. Karakter inilah yang harus diubah,” tambahnya.
Menurutnya, jika suatu tim mengalami kekalahan, anak-anak harus mampu menerima kekalahan yang dialami. “Ini harus dilatih terus sesuai motto, jangan mencuri umur, anarkis dan rasisme. Inilah yang akan membentuk pribadi yang baik untuk bibit pesepakbola yang hebat,” jelasnya.
Sementara itu Ketum Fossbi Pusat, HM Zuhli Imran Putra, SH, MH, mengatakan, organisasi tersebut sudah digalakkan sejak awal tahun 2016.
“Langkah ini dimulai sejak Januari 2016, Sumsel merupakan provinsi keempat yang dikukuhkan, tiga daerah yang sudah dilantik sebelumnya yakni Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Manado, setelah ini akan dikukuhkan juga Fossbi provinsi Jambi,” ungkapnya.
Terkait isu pencurian umur yang kerap melanda pencarian bibit olahraga, dirinya menegaskan pihaknya akan selektif. “Masalah pencurian umur ini harus ditegaskan. Kalau tidak diterapkan dari sekarang sepakbola kita tidak akan maju,” tegasnya.
Dijelaskan, kalau anak yang usianya 12 tahun dikalahkan usia 14 tahun, maka generasi usia 12 tahun ini tidak akan pernah ada. “Sebaliknya anak-anak yang berusia 14 tahun jika bermain di level senior mereka tidak akan pernah muncul dan dan berkembang, jadi harus dididik sesuai usia,” jelasnya.
Menurutnya, tidak akan mungkin ada tim nasional yang bagus kalau tidak ada generasi muda. Jika generasi muda berhasil dan maju maka tim nasional akan maju.
“Kita ketahui di Sumsel banyak sekali potensi bibut unggul, saya akan konsen kepada tim-tim yang usia mudanya belum berhasil dan tertinggal, akan ada perbaikan seperti pelaksanaan liga yang sehat,” ucapnya.
Dalam pengukuhan kepengurusan Fossbi Sumsel, M Hidayat SE MSi didaulat sebagai Ketua Fossbi Sumsel, untuk jabatan Sekretaris diemban oleh Iyan Saputra, dan Bendahara dijabat Ermansyah Mustofa. (adi)











