Fogging Ternyata Berisiko Timbulkan Masalah Kesehatan

Suasana fogging di Desa Banjar Negara dan Desa Tanjung Tebat, Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Kamis (30/1/2020).

Jakarta, Sumselupdate.com – Fogging adalah penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk.

Cara ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, misalnya demam berdarah atau malaria.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, fogging ternyata juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Fogging umumnya menggunakan racun insektisida jenis piretroid sintetis. Zat kimia ini juga terkandung dalam semprotan anti-nyamuk yang banyak dijual di pasaran.

Namun, berbeda dengan produk pembasmi nyamuk rumahan, asap fogging biasanya tidak menimbulkan bau yang menyengat.

Dampak Negatif Fogging Nyamuk

Kabut fogging dibentuk dengan mengubah campuran insektisida dan air menjadi asap melalui mesin. Takaran insektisida yang terdapat dalam asap fogging sangat kecil, tetapi cukup untuk membunuh nyamuk.

Dalam jumlah kecil, asap yang terhirup tidak menimbulkan efek samping pada manusia. Akan tetapi, jika terhirup dalam jumlah besar, asap fogging bisa mengganggu kesehatan manusia.

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul jika seseorang terpapar asap fogging dalam jumlah besar:

Mata perih dan berair

Batuk-batuk

Sulit bernapas

Sakit kepala

Iritasi kulit

Lemas

Selain itu, dampak negatif fogging juga bisa dialami jika cairan racun mengenai kulit atau tidak sengaja tertelan.

Tak hanya beberapa gejala di atas, paparan insektisida dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan keracunan intektisida yang ditandai dengan munculnya beberapa gejala, yaitu:

Gangguan penglihatan

Keringat berlebih

Produksi air liur berlebih

Muntah

Sesak napas

Sakit perut

Detak jantung dan tekanan darah menurun

Untuk kondisi yang cukup parah, keracunan insektisida dapat menyebabkan penderitanya kejang hingga kehilangan kesadaran. Kondisi ini tergolong berbahaya dan harus segera ditangani oleh dokter.

Tips Mencegah Paparan Racun Fogging Nyamuk

Untuk mencegah dampak negatif fogging, hindarilah area penyemprotan. Jika terpapar dan mengalami efek samping seperti yang telah disebutkan di atas, segera bilas bagian tubuh yang terkena asap fogging dengan air bersih, kemudian ganti dan cuci pakaian yang terpapar asap tersebut.

Apabila fogging dilakukan di dalam atau area sekitar rumah Anda, lakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi:

Kosongkan bak mandi atau wadah penampungan air sebelum penyemprotan dilakukan.

Tutupi barang-barang di rumah dengan koran dan simpan benda-benda, seperti alat makan, baju, atau handuk, di tempat yang rapat.

Jangan biarkan ada makanan atau bahan makanan yang diletakkan di tempat terbuka.

Gunakan masker selama fogging dilakukan dan beberapa saat setelahnya.

Bukalah jendela lebar-lebar agar terjadi pertukaran udara.

Bersihkan permukaan furnitur atau perabot rumah tangga yang terkena asap.

Fogging bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk, sehingga risiko penularan penyakit akibat gigitan nyamuk pun dapat ditekan. Namun, cara ini bukan satu-satunya upaya untuk memberantas nyamuk.

Kegiatan pencegahan yang disebut 3M Plus juga dianjurkan untuk dilakukan, karena dinilai lebih efektif dibandingkan hanya fogging saja. Gerakan 3M Plus meliputi menguras bak dan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Jika Anda mengalami dampak negatif fogging yang mengarah pada gejala keracunan insektisida, segera periksakan diri ke dokter agar penanganan yang tepat dapat dilakukan. (**)

Sumber: Alodokter.com

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.