Pelambang, Sumselupdate.com – Meski ada penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel terhadap festival Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret, karena bertepatan dengan acara ogoh-ogoh, ruwatan Sungai Musi dan pelarungan Dewi Kwan Im, Polda Sumsel tetap menjaga keamanan masyarakat saat menyaksikan acara berlangsung nantinya.
“Kami tetap tetap akan menjamin keamanan masyarakat dan melakukan pengamanan di tiap titik keramaian saat GMT berlangsung,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, Selasa (8/3).
Menurut jenderal bintang dua ini, pagelaran
tersebut adalah sikap menghormati toleransi beragama yang dilakukan masyarakat Sumsel dan kebetulan saja bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
“Kita harus hormati dan acara tersebut memang bertepatan saat GMT. Kita harus toleransi dengan umat beragama karena sama seperti umat islam jika menyelenggarakan acara pada saat hari raya dan memang harus tahu dengan arti dari Bhineka Tunggal Ika. Jadi kita harus saling hormati perayaan mereka. Sebaiknya masyarakat harus saling menjaga keamanan Kota Palembang,” tuturnya. (man)











