Februari, Tarif Listrik Nonsubsidi Turun

Jumat, 29 Januari 2016
Tarif Listrik non-subsidi turun

Jakarta, Sumselupdate.com – Pada bulan Februari, tarif listrik nonsubsidi dipastikan turun. Kepastian ini disampaikan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di DPR, Jakarta, Kamis, 28 Januari 2016.

“Tarif listrik Februari dipastikan turun,” kata Jarman. Sementara di tempat yang sama, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir mengatakan, tarif dasar listrik (TDL) untuk dua belas golongan listrik nonsubsidi turun. “Kemarin sudah saya teken. Yang tegangan rendah turun Rp 17 per kWh,” kata Sofyan.

Bacaan Lainnya

Secara lebih rinci Kepala Divisi Niaga dan Pemasaran PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Benny Marbun menambahkan, penurunan tarif dasar listrik bulan depan sebesar Rp 11-17 per kWh. “Tegangan rendah turunnya Rp 17 per kWh, tegangan menengah turunnya Rp 13 per kWh, dan industri besar itu turun Rp 11 per kWh,” kata Benny.

Dia mengatakan, golongan listrik yang termasuk tegangan rendah, seperti rumah tangga tegangan 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA, 4.400 VA, 5.500 VA, dan 6.600 ke atas. Golongan listrik yang termasuk ke dalam golongan tegangan rendah adalah bisnis menengah 6.600 VA ke atas dan kantor pemerintah dengan tegangan di atas 6.600 VA.

Sementara itu, golongan listrik yang termasuk ke dalam tegangan menengah, seperti golongan bisnis di atas 200 KVA, golongan industri di atas 200 KVA, dan kantor pemerintah di atas 200 KVA. “Kalau tegangan tinggi itu industri golongan I-4 yang tegangannya di atas 30 MVA,” kata dia.

Ditambahkan Benny, ada tiga hal yang dipertimbangkan PLN dalam menentukan TDL, yaitu harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), inflasi, dan kurs. Dalam penghitungan tarif listrik Februari 2016, indikator yang paling berperan dalam penurunan tarif listrik adalah penurunan harga ICP.

“Harga ICP Desembernya turun dari US$41,44 per barel menjadi US$39 per barel, (tapi) kurs naik dari Rp 13.673 per dolar AS menjadi Rp 13.796 per dolar AS dan inflasi naik dari 0,21 persen menjadi 0,96 persen. Lebih besar dampak penurunan harga minyaknya,” sebutnya (shn).

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.