Empat Terdakwa Divonis 12 Tahun, Sidang Pembunuhan Pasutri Berakhir Ricuh

Keluarga para terdakwa yang mengungkapkan ekspresi kekecewaan usai sidang vonis terhadap ke empat terdakwa

Sekayu, Sumselupdate.com – Sidang pembunuhan atas terdakwa Dodi Andriansyah, M Ari Syaputra, M Andika Pratama, dan M Oki Zulkarnain yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sekayu, Rabu (14/9/2016) , berakhir ricuh.

Pasalnya, keluarga terdakwa tidak terima dengan putusan majelis hakim yang menyatakan ke empat terdakwa bersalah, sehingga dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan, sidang pembunuhan terhadap korban Piryadinata dan Yuliana yang terjadi pada Kamis (9/4/2015), sekitar pukul 04.00 di Jalan Kompleks Azhar, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa ,Kabupaten Banyuasin tersebut berjalan dengan pengawalan ketat puluhan anggota dari Polres Muba.

Awalnya, sidang yang beragendakan pembacaan putusan dengan ketua majelis Fitria Septriana, SH berlangsung dengan tenang.

Di mana dalam putusannya majelis hakim menyatakan bahwa para terdakwa telah bersalah dan terbukti secara sah melakukan tindak pidana sesuai dengan Pasal 365 Ayat (2) ke-1, ke2, dan Ayat (3) KUHP.

“Menyatakan, bahwa terdakwa secara tindakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam dakwaan kedua. Menjatuhkan hukuman pidana selama 12 tahun penjara,” ujar Fitria dalam vonisnya.

Mendapati hal tersebut, suasana sidang mulai menjadi tegang lantaran pihak keluarga tidak terima dengan vonis tersebut, meskipun di bawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 15 tahun penjara.

Bahkan hingga selesai sidang suasana semakin memanas.

Di mana salah satu keluarga terdakwa yakni Kartawinata yang merupakan orang tua terdakwa Dodi Andriansyah mengungkapkan kemarahannya yakni dengan cara melepaskan baju dan menantang pihak kepolisian untuk menembaknya secara langsung.

“Anak saya ini telah difitnah, Ya Allah berikanlah keadilan,” ujar Kartawinata dengan nada lirih.

Bahkan dengan rasa kecewa yang mendalam, lelaki paruh baya tersebut mengeluarkan sumpahnya terhadap orang-orang yang telah memfitnah anaknya. “Saya sumpah serapah, berikanlah laknat-Mu bagi orang-orang yang memfitnah anakku,” teriaknya.

Hal senada juga dilakukan, Budi Laksono, orang tua dari terdakwa M Ari Syaputra ini, berteriak sejadi-jadinya. Lantaran tidak terima anaknya dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, sebab tuduhan yang dilayangkan tersebut dinilai penuh dengan fitnah.

“Saya tidak terima atas hukuman ini kepada anak saya,” ucap dia.

Sementara itu, kuasa ke empat terdakwa, Arief Budiman, mengatakan bahwa pihaknya tidak menerima dan menolak putusan majelis hakim tersebut dan menyatakan sikap akan menempuh upaya hukum lain yakni banding.

Hal ini dikarenakan, pertimbangan yang diambil oleh majelis hakim dinilai tidak tepat dan bukanlah pertimbangan yang ada pada fakta persidangan.

“Kita lihat saja selama persidangan, buktinya tidak ada saksi yang melihat kejadian. Anehnya lagi, ke empat terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 365 Ayat 1 ke 2 ayat (3) KUHP. Hakim memutuskan tindak pidana pencurian, yang tidak menimbulkan kematian. Padahal kasus ini, menyebabkan korban tewas, jadi kita akan mengajukan banding,” tandas dia.

Sebelumnya, berdasarkan dakwaan JPU, peristiwa yang merenggut nyawa pasutri Piryadinata dan Yuliana terjadi pada Kamis (9/4/2015), sekitar pukul 04.00 di Jalan Kompleks Azhar, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Kejadian tragis tersebut bermula saat para pelaku bertemu di salah satu warung internet. Saat itu pelaku M Oki Zulkarnain mengajak M Ari Syaputra untuk keluar mencari kerja.

Sekitar pukul pukul 02.00,  M Ari Syaputra dan M Andika Pratama keluar dengan cara berjalan kaki pergi menuju kebun rambutan yang terletak di Jalan Komplek Azhar, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa.

Tidak lama berselang, pelaku Dodi Andriansyah, bersama M Oki Zulkarnain, dan Rendi (telah meninggal) menyusul keduanya dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam (belum ditemukan).

Di mana sebelum berangkat, pelaku M Oki Zulkarnain terlebih dahulu mengambil parang miliknya dari dalam warnet dan diletakkan di sepeda motor. Sedangkan Rendi membawa sebilah pisau di pinggangnya.

Sesampainya di lokasi kejadian, pelaku M Ari Syaputra dan M Andika Pratama memasang jebakan berupa bambu di tengah jalan.

Sedangkan pelaku lainnya bersembunyi untuk menunggu motor yang melintas. Sekitar pukul 03.30 melintaslah kedua korban di lokasi.

Lantaran melihat adanya bambu melintang, korban Piryandinata (60) yang membonceng istrinya Yuliana (52) memperlambat laju kendaraan.

Mendapati hal tersebut, pelaku M Oki Zulkarnain langsung datang dan mengayunkan parang miliknya ke korban Priyandinata. Sedangkan pelaku M Andika Pratama menggunakan batu untuk memukul korban Priyandinata dan istrinya Yuliana.

Sedangkan pelaku Rendi menggunakan pisau menusuk korban Priyandinata berkali-kali pada bagian tubuh. Pelaku M Ari Syaputra membacok korban Piryandinata pada bagian leher, sedangkan pelaku Dodi Andriansyah memukul korban Yuliana. (est)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.