Palembang, Sumselupdate.com – Proses pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Palembang musim haji 1447 Hijriah/2026 resmi berakhir setelah keberangkatan Kloter 16 dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (15/5/2026) sore.
Kloter terakhir tersebut membawa sebanyak 355 jemaah dan sekaligus menutup seluruh rangkaian pemberangkatan jemaah haji tahun ini dari Embarkasi Palembang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Selatan, M Arkan Nurwahiddin, mengatakan total jemaah dan petugas yang diberangkatkan tahun ini mencapai 6.995 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 5.860 jemaah asal Sumatera Selatan, 1.071 jemaah asal Bangka Belitung, serta 64 petugas kloter.
“Alhamdulillah seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar, tertib, dan aman hingga kloter terakhir,” ujarnya.
Meski demikian, masih terdapat 41 kuota atau open seat yang tidak terisi. Kondisi tersebut disebabkan beberapa faktor, mulai dari jemaah wafat sebelum masuk asrama haji, kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, hingga adanya jemaah hamil menjelang keberangkatan.
“Open seat terjadi karena beberapa alasan, seperti jemaah meninggal dunia sebelum masuk asrama, ada yang hamil, dan ada juga yang sakit hingga batas akhir pemberangkatan,” jelas Arkan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, termasuk Pemerintah Provinsi Sumsel, TNI-Polri, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Palembang, Imigrasi, maskapai penerbangan, Angkasa Pura, serta pengelola Asrama Haji Palembang.
Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam kelancaran pelayanan jemaah sejak proses penerimaan di asrama hingga keberangkatan menuju Arab Saudi.
“Terima kasih atas kerja sama dan pelayanan terbaik yang telah diberikan. Semoga seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Saat ini, seluruh jemaah haji Embarkasi Palembang dari Kloter 1 hingga Kloter 15 telah berada di Kota Makkah dan menyelesaikan umrah wajib. Para jemaah kini bersiap menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, prosesi wukuf di Padang Arafah dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.
Secara umum, kondisi jemaah asal Embarkasi Palembang dilaporkan dalam keadaan baik. Namun, tercatat dua jemaah meninggal dunia selama proses penyelenggaraan haji tahun ini.
Keduanya yakni Asan Akip bin Sanan (80), jemaah asal Muara Enim yang wafat di Makkah pada 14 Mei 2026, serta Suryani Abu Bakar (66), jemaah asal Palembang yang meninggal dunia di RS Siti Fatimah.
Pihak Kemenhaj memastikan kedua jemaah tetap memperoleh hak sebagai jemaah haji, termasuk pelaksanaan badal haji serta santunan asuransi senilai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Dalam ajaran Islam, ibadah haji merupakan panggilan suci bagi umat Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Karena itu, seluruh proses pelayanan dan keselamatan jemaah menjadi perhatian utama agar ibadah dapat dijalankan dengan khusyuk dan sempurna.
(**)











