PALI, Sumselupdate.com — Lesunya perekonomian masyarakat akibat belum membaiknya harga getah karet di kalangan petani berimbas pada sepinya transaksi di sejumlah pasar yang ada di Bumi Serepat Serasan. Seperti di pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi.
Pasar terbesar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) itu akhir-akhir ini terlihat lengang.
Tentu kondisi ini membuat hampir seluruh pedagang mengeluh, sebab dengan sepinya pengunjung secara otomatis, pendapatannya juga menurun.
“Mungkin karena getah belum stabil, baik dari sisi harga juga produksinya karena saat ini masa peralihan musim. Kalau di pasar Pendopo ini memang mengandalkan harga getah, apabila harga getah naik, pasar pasti ramai,” ungkap Mista, salah satu pedagang di Pasar Pendopo, Minggu (8/12).
Sama halnya dikeluhkan Parmi, salah satu pedagang sayuran, bahwa sepinya pasar sudah berlangsung cukup lama.
“Sejak getah murah pak pasar sepi, kalau pun ada peningkatan jumlah pengunjung, itu ketika banyak warga yang menggelar sedekah atau saat jelang puasa dan hari raya. Akibat sepi pasar, omzet kami jauh menurun bahkan kami harus mengurangi jumlah dagangan kami untuk menghindari kerugian,” keluhnya.
DPRD: Pasar Sepi Karena Semrawut
Husni Thamrin anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI menyebut bahwa sepinya pasar bukan hanya diakibatkan faktor harga getah karet saja. Menurutnya, pemerintah juga harus membuat terobosan dalam menata pasar agar terkesan rapi untuk menarik pengunjung.
“Kalau saat ini, kondisi pasar terbilang semrawut. Parkir motor sudah memakan separuh jalan, pedagang kaki lima juga harus ditertibkan supaya pengunjung nyaman,” ucap Politisi Hanura itu.
Belum tertatanya pasar Inpres Pendopo ditambahkan Husni Thamrin bukan hanya berimbas pada kekurangnyamanan pengunjung, sesama pedagang pun mengeluh karena lapak tokonya terhalang kendaraan yang diparkir dipinggir jalan.
“Coba saja lihat ke pasar Pendopo, kasihan yang punya toko. Hampir semua toko didepannya dijadikan tempat parkir membuat pembeli juga sungkan masuk ke toko karena terhalang kendaraan bermotor. Untuk itu, Pemkab melalui OPD terkait, terutama Disdagprin dan Dishub untuk menertibkan parkir juga menempatkan pedagang kaki lima agar tidak mengganggu kenyamanan pengujung atau sesama pedagang lainnya,” saran Husni Thamrin. (adj)











