Dukungan JK Bisa Menjadi Modal Airlangga Hartarto Cari Cawapres

Ketum Golkar Airlangga Hartarto foto bersama Wakil Presiden RI 2014-2019 Jusuf Kalla (JK).

Jakarta, sumselupdate.com – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai positif atas dukungan Wakil Presiden RI 2014-2019 Jusuf Kalla (JK) kepada Ketum Golkar Airlangga Hartarto untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024.

Menurut Ujang, keduanya adalah tokoh Golkar, meski JK tidak masuk dalam kepengurusan Golkar. “Hal yang bagus-bagus saja jika Pak JK mendukung Pak Airlangga, kenapa?, karena keduanya juga tokoh Golkar, walaupun saat ini tidak masuk kepengurusan. Artinya keduanya memang dekat. Keduanya memang tokoh Golkar. Oleh karena itu saya melihat hal yang positif jika Pak JK  mendukung Airlangga,” ujar Ujang di Jakarta, Senin (19/9/2022).

Bacaan Lainnya

Dikatakan, proyeksi nama pendamping sebagai calon wakil presiden (cawapres) ketika maju ke Pilpres 2024 bisa diambil dari internal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) atau dari eksternal.

“Bisa di internal KIB. Di situ ada Zulhas, kalau Mardiono sulit ya, karena tidak dikenal. Atau dari pihak eksternal KIB,” ujarnya.

Ujang menambahkan, jika Airlangga maju sebagai capres dari KIB, akan lebih baik jika cawapres diambil dari eksternal. “Kalau skemanya jika JK mendukung Airlangga dan Airlangga (menjadi) capres di KIB,  cawapres diambil dari eksternal. Bagus-bagus saja cawapres bukan diambil dari internal, karena Zulhas tidak mengantrol elektabilitas Airlangga, maka yang mengantrol adalah dari eksternal,” katanya.

Cawapres dari eksternal lanjut Ujang, diharapkan bisa mendongrak elektabilitas Airlangga. Ada beberapa nama yang bisa dipertimbangkan seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Menko Polhukam Mahfud MD.

“Itu yang bisa mendongkrak KIB atau Airlangga, Ganjar, Khofifah, Mahfud MD. Itu hal positif menurut saya seandainya skema itu terjadi. Karena ini semua masih panjang, masih dinamis, masih terus berjalan sesuai dengan perkembangan dinamika politik yang terjadi ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Adi Prayitno menegaskan, manuver Jusuf Kalla yang memberikan dukungan kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto (AH) sebagai upaya untuk mencari ‘teman’ bagi Anies Baswedan.

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya mencarikan mesin politik dan teman bagi Anies Baswedan untuk maju di 2024,” kata Adi, Senin (19/9).

JK sudah lama kenal dengan Anies Baswedan, dan sering disebut sebagai mentornya. Sementara dalam kapasitasnya sebagai sesepuh partai dan king maker.

Anies kata dia, meski di endorse oleh Partai Nasdem, namun belum tentu akan berkoalisi dengan PKS maupun Partai Demokrat.

“Pak JK sebagai salah satu tokoh senior, king maker, sedang mencari partai dan partner koalisi yang paling mungkin diajak kerjasama,“ jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) ini.

Sementara Airlangga Hartarto adalah ketua umum partai ‘runner up’ pemenang Pemilu 2019.

Sebelumnya, JK mengatakan, “Sering orang bertanya, ‘Bapak dukung siapa?” “Sederhana saya jawab, saya dukung calon Pak Airlangga yang bisa membawa, memimpin negeri ini menuju kemajuan, kemakmuran yang berkeadilan, itu saja,” jawab JK.

Jika akhirnya dua ‘favorit’ JK ini bersatu, maka posisi ideal adalah ? “Kalau melihat parameter, cocoknya Anies-Airlangga, cuma ya pada level praktis ngak mau Airlangga, bagi Airlangga capres harga mati,” tandas Adi. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.