Dugaan Korupsi PTSL, JPU Bidik Tersangka Baru

Sidang dugaan korupsi PTSL 2019 BPN Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang dugaan korupsi PTSL 2019 BPN Palembang, yang menjerat dua pejabat BPN terdakwa Ahmad Zairil dan Joke alias Yoke Norita.

Dalam perkara ini, JPU Kejari Palembang, menghadirkan langsung delapan saksi, diantaranya mantan kepala BPN Palembang Edison.

Bacaan Lainnya

Adapun ke tujuh saksi lainnya terdiri dari Bendahara serta panitia tim satgas Adjudivikasi BPN Kota Palembang yakni, Kiki Kamelia, Yusuf deni Saputra, Wahyu Setyo Widodo, Rido Juliansyah, Yudo putra jaya, Abdul Hamid dan Kemas Budiman Angga.

Salah satu saksi bernama Wahyu Setyo Widodo, selaku ketua satgas fisik yang mana membawahi petugas pengukuran fisik pengajuan 254 sertifikat tanah di Kelurahan Karya Jaya.

“Saya bertugas hanya menerima laporan dari satgas pengukuran fisik lahan pak hakim,” ungkap saksi Wahyu Setyo Widodo dihadapan majelis hakim diketuai Mangapul Manalu SH MH.

Dari tupoksinya itu, saksi Wahyu Setyo Widodo mengaku tidak mendapatkan honor sebagai ketua satgas, namun dirinya tidak membantah jika sebelum pengajuan sertifikat warga, ia turut membeli tanah di lokasi tersebut seluas 3 ribu meter seharga Rp15 juta dari salah satu warga yang juga mengajukan sertifikat PTSL.

“Jadi enak sekali saudara ya, membeli tanah dengan harga murah, pasaran harga disana katakanlah minimal Rp200.000 per meter, saudara beli 3 ribu meter seharusnya Rp600 juta, namun anda beli Rp15 juta saja,” kata hakim anggota Sahlan Effendi kepada saksi Wahyu.

Untuk itu, Sahlan Effendi SH MH kembali memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang untuk mendalami keterlibatan saksi-saksi yang dihadirkan.

Menanggapi hal itu, JPU Kejari Palembang M Aldi SH diwawancarai usai sidang mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu adanya dugaan keterlibatan pihak lain yang turut menerima gratifikasi dari perkara ini.

“Tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan lain dalam perkara ini, namun saat ini kita masih fokus pembuktian perkara untuk dua terdakwa ini terlebih dahulu,” tutupnya. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.