Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap Polisi, Usai Terima Shabu 3 Kg dari Padang

Ungkap kasus peredaran narkoba jenis shabu-shabu

Laporan: Andika Pratama

Palembang, Sumselupdate.com – Dua warga Tangga Buntung ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel. Mereka ditangkap usai menerima barang bukti 3 Kg shabu-shabu dari Padang, Kamis (30/9/2021).

Read More

Kedua tersangka Av (30) dan ST (28) ditangkap di kawasan parkiran dalam Kompleks Ilir Barat Permai Kecamatan, Ilir Barat I Palembang. Setelah menerima shabu 3 kg dari seorang berinisial R yang berhasil melarikan diri saat ditangkap Polisi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono mengatakan, bermula saat anggotanya mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di tempat kejadian perkara (TKP), dan pelaku menggunakan mobil kijang krista warna silver.

“Mendapatkan info tersebut, kami langsung melakukan penangkapan. Melihat mobil yang dicurigai datang kemudian kami langsung mendekat dan melakukan penggeledahan terhadap dua pelaku,” ujarnya Senin (4/10/21).

Lanjut Heri menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan di mobil kedua pelaku anggotanya menemukan barang bukti tiga bungkus narkotika jenis shabu yang di bungkus teh warna hijau dengan berat 3 kg yang disimpan kedua pelaku di bawah kakinya, di bagian kursi depan.

Dari keterangan pelaku, saat dilakukan interogasi bahwa barang tersebut diambilnya di Padang.

Kedua tersangka saat rekonstruksi kasus.

“Pelaku mengambil barang dari Padang menurut pengakuannya, namun akan kita selidiki lagi. Mereka mengaku bahwa barang tersebut akan diantarkannya di Palembang,” tutupnya.

Ia mengungkapkan, dengan diamankannya narkoba seberat 3 kg tersebut berhasil menyelamatkan 18 ribu orang.

Atas ulahnya kedua pelaku terkena pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), 127 (1), UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana paling singkat 20 tahun dan paling lama seumur hidup. Atau pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, pidana penjara seumur hidup atau pidana mati.

Sementara itu pelaku ST mengatakan, barang tersebut diambilnya dari Padang dan akan diantarkannya di kawasan Ramayana.

“Saya disuruh mengantarkan barang tersebut, namun saya keburu ditangkap,” katanya.

Untuk sekali antar barang, ST mengaku mendapat upah Rp 5 juta. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.