PALI, Sumselupdate.com – Jika balita pada usia tiga tahun sedang asyik bermain, namun hal itu tampak terhadap Anisa, bocah tiga tahun yang tinggal di Dusun Lima, Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan.
Buah hati dari pasangan Edi Anto (41) dan Inah (32) itu mengidap penyakit cukup serius. Sang bocah malang ini mengalami pembesaran pada bagian perut.
Ditemui di kediamannya, Rabu (6/5/2020), Inah menceritakan bahwa putri bungsunya mengalami penyakit usus buntu dan sudah memasuki dua tahun proses Buang Air Besar (BAB) sang anak tidak lancar.
Akibatnya, perut Anisa membesar layaknya orang lagi hamil. Bahkan, saking besar membuat badan Anisa seperti lesu.
“Sebelumnya Anisa sudah menjalani operasi usus buntu pada usianya satu tahun. Operasi berjalan lancar. Namun ternyata, masih berdampak hingga sekarang. Proses BAB Anisa hanya mengeluarkan cairan. Sementara, ampasnya mengendap. Mungkin itu yang menyebabkan perut Anisa membesar,” jelas Inah.
Kondisi tersebut semakin parah, lantaran ketika belum lama ini pihak RSUD Kabupaten PALI telah merujuk Anisa untuk menjalani pengobatan di RS Prabumulih, namun masalah ekonomi menghantui keluarga tersebut.
“Suami saya hanya seorang buruh upahan gesek kayu di salah satu perusahaan di PALI. Namun, itu sifatnya bekerja lepas. Kami sudah dibawa ke RS Prabumulih dan akan dirujuk ke RS di Palembang untuk menjalani operasi. Tapi, untuk uang makan selama tinggal di sana menjadi masalah utama kami. Iya berobat memang gratis. Tapi, biaya hidup kami yang jaga tidak ada sama sekali,” tutur Inah dengan meneteskan air mata.
“Saya berharap bisa dapat bantuan dari para donatur untuk bisa membawa anak kami menjalani operasi di Palembang,” tukasnya.
Cerita pilu Inah terdengar oleh pengurus DPD KNPI Kabupaten PALI. Para pemuda yang tergabung dalam organisasi itu menyumbangkan donasi untuk sedikit meringankan beban keluarga Inah.
Ketua DPD KNPI PALU, M Anasrul DN mengaku, pihaknya turut sedih mendapati kondisi Anisa yang seperti itu.
“Kami tahu setelah salah satu pimpinan DPD KNPI PALI mendiskusikan tentang Anisa di grup WA. Dari itu, DPD KNPI PALI sepakat untuk memberikan bantuan donasi berupa uang untuk meringankan beban orang tua Anisa yang mengeluhkan mengenai biaya hidup ketika menjaga anaknya yang akan menjalani operasi di Palembang,” ujar pria yang kerap disapa Bung Anas itu didampingi Sekretaris, Beni Stiawan, ST.
Selain memberikan bantuan uang, organisasi yang menghimpun para pemuda itu juga memberikan bantuan berupa beras dan roti makanan tambahan untuk Anisa dan keluarga.
“Ada juga donasi dari hamba Allah yang turut menyumbang untuk Anisa. Kami berharap, Anisa segera menjalani operasi dengan lancar dan bisa kembali pulih seperti semula. Saya juga mengimbau kepada warga PALI di bulan yang penuh barokah ini, mari kita tingkatkan kepedulian kita terhadap sesama dengan turut memberikan bantuan donasi untuk kesembuhan Anisa,” harapnya. (adj)











