Palembang, Sumselupdate.com – Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang dan Subdit Jatanras Polda Sumatera Selatan menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam percobaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penembakan terhadap anggota polisi di Palembang.
Kedua tersangka yakni Sarnubi (35) dan Bobi Satria (21). Keduanya ditangkap di rumah masing-masing di Desa Campang Tiga, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Senin (26/10/2026).
Saat proses penangkapan, kedua tersangka disebut berupaya melarikan diri sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur.
Setelah ditangkap, keduanya dibawa ke Palembang dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang.
Kasus ini berkaitan dengan percobaan pencurian sepeda motor di sebuah apotek di Jalan KH Wahid Hasyim, Palembang, Sabtu (24/10/2026). Dalam kejadian tersebut, seorang anggota polisi yang memergoki aksi para pelaku menjadi korban penembakan.
Saat diinterogasi Kasubnit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, Ipda Iwan Tewok, Bobi mengakui dirinya yang melepaskan tembakan menggunakan senjata api rakitan.
“Saya yang nembak, Pak, tiga kali. Dua kali tembakan ke atas dan satu kali ke dia,” ujar Bobi.
Dalam pemeriksaan awal, Bobi juga mengaku berperan merusak kunci sepeda motor yang menjadi sasaran pencurian.
“Saya juga yang merusak kunci motor,” katanya.
Sementara itu, Sarnubi disebut berperan mengawasi situasi di sekitar lokasi ketika percobaan pencurian berlangsung.
Saat ditanya mengenai asal senjata api rakitan menyerupai revolver beserta amunisi yang digunakan, Bobi mengaku mendapatkannya dari mendiang paman kandungnya.
Bobi juga mengatakan bahwa setelah aksi mereka diketahui dan berujung pada penembakan terhadap anggota polisi, keduanya kembali ke kampung halaman di Desa Campang Tiga, Kabupaten OKU Timur.
Ia mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa orang yang ditembaknya merupakan anggota kepolisian.
“Saya awalnya tidak tahu kalau dia polisi, baru tahu setelah viral,” ujarnya.
Saat ini, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing serta mengungkap lebih lanjut dugaan tindak pidana tersebut, termasuk asal-usul senjata api rakitan yang digunakan.
Polisi masih perlu memastikan seluruh rangkaian kejadian dan melengkapi proses penyidikan sebelum perkara dilanjutkan ke tahap berikutnya.
(**)







