Dua Kecamatan Segera Realisasikan Pembangunan Perpustakaan Desa

Minggu, 19 Juni 2016
Kepala Kantor Perpustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah (KPAD) Mura, Supriyanto

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Perkembangan perpustakaan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) mulai menggeliat.

Berkaca dari itu, program perpustakaan akan segera direalisasikan tahun ini tepatnya di dua Kecamatan tepatnya Terawas dan Purwodadi.

Read More

Kepala Kantor Perpustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah (KPAD) Mura, Supriyanto, mengaku, sudah menerima proposal kepala desa (kades) yang mengajukan pembangunan perpustakaan desa.

Di mana, profosal tersebut dari sembilan kades Kecamatan Purwodadi dan beberapa kades di Kecamatan Terawas. Bahkan, untuk pengelolaan perpustakaan desa tersebut dianggarkan sebesar Rp20 juta per desa.

“Memang untuk tahun ini ada dua Kecamatan yang menganggarkan dana desa untuk pembangunan perpustakaan desa,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dengan adanya pembangunan perpustakaan desa ini tentunya sangat baik untuk mendapatkan informasi baik bagi masyarakat sendiri maupun generasi penerus bangsa.

Namun, dalam pendirian perpustakan desa hendaknya dicari tempat strategis dan bisa dijangkau semua kalangan.

“Memang di era kemajuan yang pesat saat ini informasi sangat dibutuhkan. Terutama kalangan masyarakat yang ada dipedesaan dan dengan adanya perpustakaan desa tentunya memudahkan mereka dalam memperoleh informasi sesuai kebutuhan,” terangnya.

Menurutnya, untuk buku-buku yang disediakan merupakan buku-buku tepat guna seperti pertanian, pendidikan usia dini (paud), teknologi tepat guna. Bukan buku-buku yang tidak bermanfaat untuk kehidupan perdesaan.

Perpustakaan yang dibangun juga bukan sekedar dibangun tetapi bagaimana keberlangsungan perpustakaan tersebut mulai dari pengelolaan buku-buku yang selalu dilakukan perubahan setiap tiga bulan sekali.

“Untuk buku-buku yang diutamakan buku bacaan tepat guna. Bukan buku-buku yang tidak dapat diterapkan di desa,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan  usulan kepada kepala desa (kades) untuk dapat melihat kondisi perpustakaan desa yang aktif. Seperti di Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Karena perpustakaan itu telah mendapatkan penghargaan tingkat provinsi dan nasional. Sebab, eksistensi perpustakaan itu jadi rujukan setiap masyarakat dan tamu yang mengunjungi daerah tersebut.

“Ya, kita kunjungan untuk memberikan motivasi. Kunker itu bisa menggunakan DD sesuai dengan aturan yang ada. Apalagi, pengelolaan perpustakaan desa itu bukan untuk sesaat melainkan berkesinambungan,” ungkapnya.

Kemudian, pihak perpustakaan Kabupaten siap melakukan pembinaan dan melatih para petugas yang ada di perpustakaan desa. Semua pengelolaan perpustakaan dilakukan dari desa setempat agar dapat menarik minat pengunjung tidak hanya masyarakat didesa itu sendiri akan tetapi warga desa sekitarnya.

“Kita melatih, membimbing dan memberikan panduan mengenai pengelolaan buku. Seluruh sistem yang ada masyarakat desa yang ditunjuk untuk mengelolanya. Termasuk honor semua dari alokasi dana yang dianggarkan untuk pembangunan perpustakaan tersebut,” pungkasnya. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts