Pagaralam, Sumselupdate.com – Setelah dua hari pencarian tanpa henti, Muhammad Azih Sahir (16), remaja asal Desa Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Curup Besemah, Desa Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu, Senin (3/11/2025) dini hari.
Udara dingin dan gelap malam menjadi saksi ketika kabar penemuan korban datang sekitar pukul 00.20 WIB.
Harapan dan doa keluarga serta tim pencari yang sejak awal tak surut, akhirnya berujung pada duka mendalam.
Kapolres Pagaralam AKBP Januar Kencana Setia Persada SIK, melalui Kapolsek Dempo Selatan Iptu Akhirudin, SH didampingi Kasi Humas Iptu Mansyur, SH, membenarkan penemuan tersebut.
Ia mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga yang berjaga di lokasi pencarian.
“Korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga yang stand-by di lokasi. Begitu mendapat kabar, kami bersama tim segera turun untuk membantu proses evakuasi,” ujar Iptu Akhirudin.
Evakuasi korban berlangsung cukup sulit karena medan Curup Besemah yang curam dan licin. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Polsek Dempo Selatan, dan warga setempat bahu-membahu mengevakuasi jasad korban menuju area parkir.
Proses itu memakan waktu lebih dari satu jam, dan sekitar pukul 03.05 WIB jenazah berhasil dibawa ke mobil ambulans.
“Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Kami ingin memastikan semua berjalan lancar hingga korban bisa segera dibawa pulang ke rumah duka,” tambahnya.
Ambulans yang membawa jasad Azih melaju pelan di tengah sunyi malam, dikawal kendaraan dinas kepolisian menuju Desa Nendagung Tengah.
Sekitar pukul 04.30 WIB, jenazah tiba di rumah duka dan disambut dengan linangan air mata keluarga serta warga setempat.
“Kami turut berbelasungkawa. Personel Polsek Dempo Selatan masih standby di rumah duka untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mendampingi keluarga,” tutur Iptu Akhirudin.
Suasana Curup Besemah kini kembali sunyi, hanya suara air terjun yang terus mengalir seolah menyimpan kisah tentang kepergian seorang remaja yang dicintai banyak orang.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata alam yang memiliki arus air deras dan medan berbahaya.
(**)











