Dua Dosen FKIP Unsri Beri Penyuluhan Pengolahan Sampah Organik di SMPN 45 Palembang

Dua nara sumber dari Prodi Pendidikan Masyarakat FKIP Unsri Dr Evy Ratna Kartika Waty, MPd, PhD dan Shomedran, SPd, MPd berfoto bersama dengan guru dan Kepala SMP Negeri 45 Palembang, Sudarmi, MPd serta mahasiswa/i Unsri, Selasa (25/10/2022).

Palembang, Sumselupdate.com – Dua dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadi nara sumber penyuluhan  pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos di lingkungan SMP Negeri 45 Kota Palembang.

Penyuluhan  pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos ini merupakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang digagas SMP Negeri 45 Kota Palembang pada Selasa (25/10/2022).

Bacaan Lainnya

Adapun kedua nara sumber dari Prodi Pendidikan Masyarakat FKIP Unsri itu masing-masing Dr Evy Ratna Kartika Waty, MPd, PhD dan Shomedran, SPd, MPd.

Kepala SMP Negeri 45 Palembang, Sudarmi, MPd menjelaskan jika kegiatan ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.

Tujuan dari kegiatan ini untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam profil pelajar Pancasila yang hal ini menjadi salah satu fokus bagi sekolah.

Menurut Sudarmi, kegiatan ini melibatkan 80 peserta yang terdiri dari 74 siswa dan 6 guru di lingkungan SMPN 45 Kota Palembang.

Dua nara sumber dari Prodi Pendidikan Masyarakat FKIP Unsri Dr Evy Ratna Kartika Waty, MPd, PhD dan Shomedran, SPd, MPd berfoto bersama dengan Kepala SMP Negeri 45 Palembang, Sudarmi, MPd.

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi dengan pemberian materi penyuluhan tentang pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

Sudarmi mengatakan setelah kegiatan penyuluhan ini selesai, maka akan dilakukan tindak lanjut, di mana para pelajar akan mempraktikan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik, dan produk tersebut akan dipamerkan bahkan bisa djual.

“Saya berharap dengan terlaksananya kegiatan ini akan memberikan contoh bagi sekolah-sekolah dan masyarakat agar kita semua peduli terhadap lingkungan sekitar,” harap Sudarmi.

Shomedran, SPd, MPd selaku narasumber kegiatan penyuluhan ini menyampaikan saat ini isu lingkungan memang menjadi penting untuk dibahas sejak dini.

Terlebih lagi, kata Shomedran, pada lingkungan sekolah karena hal ini akan memberikan karakter bagi anakpara siswa yang nantinya akan peduli terhadap lingkungan sekitar, penanaman sikap, pengetahuan dan keterampilan.

“Tujuan dari kegiatan ini, selain menanamkan kepada siswa agar berkarakter sebagai pelajar Pancasila, juga agar anak-anak mengetahui dan memiliki keterampilan cara menangani sampah khususnya limbah organik, untuk diolah menjadi produk yang bernilai tinggi seperti pupuk kompos,” ujar Shomedran.

Sementara itu, nara sumber Dr Evy Ratna Kartika Waty, MPd, PhD mengemukakan  permasalahan sampah karena semakin banyaknya limbah sampah yang dihasilkan masyarakat.

Evy Ratna mengatakan hal ini terjadi karena meningkatnya konsumsi manusia, rendahnya kesadaran serta pemahaman masyarakat tentang sampah, dan lemahnya penegakkan peraturan dalam penanganan sampah.

“Sampah menjadi salah satu masalah sosial di lingkungan tempat tinggal, jika warganya masih sering membuang sampah sembarangan.  Hal inilah yang membuat lingkungan menjadi kotor dan menyebabkan bau tak sedap di lingkungan rumah,” kata Evy Ratna.

Berangkat dari persoalan tersebut, Evy Ratna menegaskan untuk penanganan yang bisa dilakukan terhadap sampah tersebut khususnya sampah organik, yakni dengan membuat pupuk kompos, membuat pakan ternak, pembuatan biogas, dan penanganan sampah dengan ternak maggot. (rel)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.